Tambahan Daya 10 MW,
Investor Asal Sumut Serius Bangun PLTU di Meranti
Kamis, 30 Januari 2014 19:04 WIB
SELATPANJANG - Upaya Pemkab Kepulauan Meranti segera bebas kerisis energi listrik menarik perhatian investor asal Medan Sumatera Utara. Meskipun baru tahap pembicaraan awal, pengusaha dari Sumatera Utara ini telah menyatakan keseriusannya untuk membangun pembangkit listrik tenaga Batu Bara.
Hal ini dinyatakan dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab Meranti kemarin di Selatpanjang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kepulauan Meranti H Herman di Selatpanjang, kemarin.
"Pada dasarnya, Pemkab Meranti menyambut positif keseriusan pihak manapun yang ingin berinvestasi di Meranti. Apalagi saat ini, Meranti memang membutuhkan tambahan suplai energi listrik yang cukup besar, untuk menampung kebutuhan listrik di masa depan. Dari pembicaraan awal, PLTU yang akan dibangun itu berkekuatan sebesar 10 MW," katanya.
Menurut Herman, dalam kurun empat tahun terahir ini Pemkab Meranti terus berupaya meningkatkan ratio elektrifikasi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Untuk itu, secara bertahap Pemkab Meranti terus berupaya membangun sinergi dengan PLN, BUMN da pihak swasta lainnya untuk membangun sumber energi listrik dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber energi yang ada. Maka pada tahun 2014 ini, direncanakan Pemkab Meranti juga akan mendapatkan pasokan energi listrik dan energi gas dari Mengkikip sebesar 4 MW, yang berasal dari energi gas setempat.
Proses realisasinya ini, masih menunggu hasil jual beli gas antara PLN dan BUMD Bumi Meranti. Upaya lain, Pemkab Meranti juga membuka kran investasi pada pengusaha baik dari dalam mupun luar untuk mengembangkan potensi energy alternative yang ada di Meranti.
“Selain PLTU, masih ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi energy listrik di Meranti. Salah satu diantaranya, upaya pengembanga energy matahari yang masih dalam proses penjajakana. Mudah-mudahan, dengan berbagai potensi SDA dan brerbagai paket kemudahan yang kita berikan pada investor, upaya Pemkab dalam mengenjot pengembangna energy alternative yang ramah lingkungan bisa terwujud,” beber Kadistamben Meranti.
Optimis Teralisasi
Menyinggung realisasi program Kampong terang benderang pada tahun 2015, Herman mengatakan optimis teralisasi. Dari sasaran rumah tangga yang belum teraliri listrik diberbagai pelosok pedesaan sebesar 15 ribu KK, secara bertahap dalam kurun empat tahun teakhir terus berkurang jumlahnya.
Sampai ahir 2012 lalu, Pemkab Meranti melalui program penyediaan mesin ginset ke desa-desa sudah mampu menerangi sekitar 7000 lebih rumah sasaran. Kemudian pada tahun 2013, pemkab Meranti kembali melanjutkan menyediakan 10 unit mesin ginset dengan sasaran untuk satu unit mesin ginset mampu menerangi 200-300 unit rumah. Dengan demikian, sampai ahir tahun 2015 target menerangi 15 ribu rumah sasaran bisa teralisasi.
“Untuk tahun 2014 ini, kita kembali mengalokasikan anggaran penyediaan listrik untuk masyarkaat. Seperti tahun lalau, untuk tahun ini target kita ada 10 desa yang akan menjadi sasaran target penyediaan listrik melalui penyediaan 10 unit mesin ginset. Insya Allah, bila program penyediaan meisn ginset ini berjalan maksimal, ahir 2015 perogram Meranti terang benderang bisa terealisasi,” pungkasnya.***(fan)
Hal ini dinyatakan dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab Meranti kemarin di Selatpanjang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kepulauan Meranti H Herman di Selatpanjang, kemarin.
"Pada dasarnya, Pemkab Meranti menyambut positif keseriusan pihak manapun yang ingin berinvestasi di Meranti. Apalagi saat ini, Meranti memang membutuhkan tambahan suplai energi listrik yang cukup besar, untuk menampung kebutuhan listrik di masa depan. Dari pembicaraan awal, PLTU yang akan dibangun itu berkekuatan sebesar 10 MW," katanya.
Menurut Herman, dalam kurun empat tahun terahir ini Pemkab Meranti terus berupaya meningkatkan ratio elektrifikasi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Untuk itu, secara bertahap Pemkab Meranti terus berupaya membangun sinergi dengan PLN, BUMN da pihak swasta lainnya untuk membangun sumber energi listrik dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber energi yang ada. Maka pada tahun 2014 ini, direncanakan Pemkab Meranti juga akan mendapatkan pasokan energi listrik dan energi gas dari Mengkikip sebesar 4 MW, yang berasal dari energi gas setempat.
Proses realisasinya ini, masih menunggu hasil jual beli gas antara PLN dan BUMD Bumi Meranti. Upaya lain, Pemkab Meranti juga membuka kran investasi pada pengusaha baik dari dalam mupun luar untuk mengembangkan potensi energy alternative yang ada di Meranti.
“Selain PLTU, masih ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi energy listrik di Meranti. Salah satu diantaranya, upaya pengembanga energy matahari yang masih dalam proses penjajakana. Mudah-mudahan, dengan berbagai potensi SDA dan brerbagai paket kemudahan yang kita berikan pada investor, upaya Pemkab dalam mengenjot pengembangna energy alternative yang ramah lingkungan bisa terwujud,” beber Kadistamben Meranti.
Optimis Teralisasi
Menyinggung realisasi program Kampong terang benderang pada tahun 2015, Herman mengatakan optimis teralisasi. Dari sasaran rumah tangga yang belum teraliri listrik diberbagai pelosok pedesaan sebesar 15 ribu KK, secara bertahap dalam kurun empat tahun teakhir terus berkurang jumlahnya.
Sampai ahir 2012 lalu, Pemkab Meranti melalui program penyediaan mesin ginset ke desa-desa sudah mampu menerangi sekitar 7000 lebih rumah sasaran. Kemudian pada tahun 2013, pemkab Meranti kembali melanjutkan menyediakan 10 unit mesin ginset dengan sasaran untuk satu unit mesin ginset mampu menerangi 200-300 unit rumah. Dengan demikian, sampai ahir tahun 2015 target menerangi 15 ribu rumah sasaran bisa teralisasi.
“Untuk tahun 2014 ini, kita kembali mengalokasikan anggaran penyediaan listrik untuk masyarkaat. Seperti tahun lalau, untuk tahun ini target kita ada 10 desa yang akan menjadi sasaran target penyediaan listrik melalui penyediaan 10 unit mesin ginset. Insya Allah, bila program penyediaan meisn ginset ini berjalan maksimal, ahir 2015 perogram Meranti terang benderang bisa terealisasi,” pungkasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

