• Home
  • Sosial
  • Janda Tua Miskin Butuh Perhatian Pemkab Meranti

Tinggal Digubuk Reot

Janda Tua Miskin Butuh Perhatian Pemkab Meranti

Senin, 19 Januari 2015 16:03 WIB
MERANTI : Nur (65), merupakan salah seorang warga yang tinggal di Jalan Pembangunan III Kelurahan Selatpanjang Timur, Kecanatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, harus hidup dalam kondisi serba kekurangan sejak puluhan tahun lalu.

Perempuan tua renta ini meratapi hidup sudah lengkap penderitaannya. Pasalnya, dia menjadi janda tua miskin sejak ditinggalkan oleh suami tercinta untuk selama-lamanya menghadap sang haliq.

Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dalam sehari-hari, janda tua ini mengharapkan belas kasihan masyarakat setempat. Bahkan kondisi ini sudah ia alami bersama almarhum suaminya M Tahib, selama bertahun-tahun dalam kondisi kurang mampu.

Ketika disambangi riauheadline.com, perempuan tuan renta dengan kondisi cacat fisik di kakinya itu berkeluh kesah mengenai kondisinya dalam keseharian. "Beginilah kondisi saya nak, rumah reot dan makanpun susah," ucapnya lirih, Senin (19/1/15).

Kepada media ini, dia mengucapkan harapkan kepada pemerintah untuk bisa membantu kondisinya yang kini dalam keterpurukan. "Saya berharap sekali pemerintah bisa membantu kondisi saya ini," ucapnya agar disamapaikan ke Pemkab Meranti.

Ketika ditanya harapan sendiri, Nur mengharapkan bantuan perbaikan rumah yang ditempatinya itu. Sebab, kondisi rumah itu sudah cukup rusak dan butuh perbaikan. "Kalau hujan tiba, rumah saya ini bocor nak. Dingin sekali kalau malam tiba," ungkap bikin miris hati.

Menindaklanjuti masalah, media ini mencoba konfirmasi ke Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kepulauan Meranti Masrul Kasmy melalui Sekretarisnya Khozin, sedikit terkejut dan tidak tahu kalau ada warga hidup dalam kondisi memperihatikan.

"Seriuslah bang ada warga kita yang tinggal dengan kondisi begitu. Lokasinya di Jalan Pembangunan III Keluarah Selatpanjang Timur ya. Saya sekarang lagi di luar kota, nunggu saya pulang dulu ya bang," ungkap Khozin, ketika dihubungi melalui telpon genggamnya.

(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar