Kebutuhan Hewan Kurban di Dumai Meningkat 10 Persen
Raudhah Tussofa Senin, 14 Agustus 2017 17:12 WIB
DUMAI - Dinas Ketahanan Pangan Kota Dumai, Riau, memprediksi kebutuhan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriyah didaerah itu diprediksi meningkat hingga 10 persen meski harga perekor mengalami kenaikan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dumai Hadiono, Sabtu mengatakan, persediaan hewan kurban jenis sapi dan kambing masih mengandalkan pasokan dari sejumlah daerah karena stok lokal tersedia sekitar 10 persen.
"Harga sapi kini mencapai Rp15 juta, tapi diprediksi kebutuhan Idul Adha tetap meningkat hingga sepuluh persen dari 1.993 ekor tahun alu," kata Hadiono, seperti dikutip Antara.
Dijelaskan, beberapa pedagang sapi dari Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi sudah mengajukan izin ke Pemerintah Dumai untuk memasok hewan kurban.
Hewan kurban, baik persediaan lokal maupun didatangkan dari daerah lain akan diawasi kesehatannya dan Dinas Ketahanan Pangan Dumai segera membentuk tim pengawas.
"Tim pengawas dokter hewan, tenaga medis dan peternakan akan dibentuk untuk mengawasi kesehatan kurban agar masyarakat tidak salah konsumsi daging," katanya.
Pengecekan kesehatan hewan kurban dilakukan tim pengawas dengan mendatangi lokasi pengumpulan sapi atau kambing. Karena itu diimbau pedagang atau peternak melapor ke pemerintah sebelum dijual ke masyarakat.
Hewan dinyatakan sehat dan layak konsumsi setelah diperiksa tim medis. Kemudian akan ditandai dengan nomor pemeriksaan kesehatan untuk keperluan agar masyarakat tidak salah membeli.
"Kami imbau masyarakat tidak salah beli kebutuhan kurban ini, dan carilah di tempat pengumpul hewan dinyatakan sehat dan layak konsumsi setelah diperiksa tim pengawas," ujar Hadiono.
Wakil Ketua DPRD Kota Dumai Zainal Abidin meminta pemerintah antisipasi hewan kurban berpenyakit dalam Idul Adha 1438 H ini dengan meningkatkan pengawasan kesehatan, terutama didatangkan dari luar.
"Hewan harus bebas dari penyakit agar masyarakat tidak kuatir, karena itu pengawasan harus ada untuk menjamin ternak dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi," kata Zainal.
(ant/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Dumai Expo 2026, Antara Perayaan Hari Jadi ke-27 dan Dampak Ekonomi Lokal
-
Lingkungan
Konflik Agraria di Jalan Sudirman Dumai Memanas, APRJ Desak BPN dan Pemkot Bertanggung Jawab
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner
-
Tekno
Pemko Dumai Ajak RAPI Perkuat Peran dalam Komunikasi Publik dan Darurat
-
Pendidikan
Wali Kota Dumai Pimpin Upacara Hari Santri Nasional Tahun 2025
-
Pendidikan
Idul Adha 2025 Berapa Hijriah? Ini Jawaban dan Sejarahnya

