• Home
  • Sosial
  • Keluh Kesah Pejabat Sulit Bertemu Gubernur Riau Annas Maamun

Keluh Kesah Pejabat Sulit Bertemu Gubernur Riau Annas Maamun

Selasa, 22 April 2014 10:01 WIB

PEKANBARU - Tidak mudah untuk bisa bertemu dan menyampaikan hajat pada Gubernur Riau Annas Maamun. Kesulitan tersebut tidak hanya dialami masyarakat awam, tetapi juga berlaku bagi para pejabat penting di lingkungan Pemprov Riau. 

Masih banyak kepala dinas atau kepala badan dan biro yang sejak dua bulan mantan Bupati Rokan Hilir tersebut memimpin belum pernah bisa bertemu dan melakukan tatap muka secara khusus.

Padahal, Gubri Annas mengintruksikan kepada seluruh pejabat untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan dirinya sebelum melaksanakan program ataupun kegiatan. 

"Itulah dilematisnya bagi kami sekarang. Satu sisi, Pak Gubernur sudah memerintahkan kami untuk berkoordinasi terlebih dahulu sebelum melaksanakan program, tetapi di sisi lain kami sangat kesulitan bisa minta waktu bertemu untuk melaporkan rencana kegiatan," keluh seorang kepala dinas. 

Kesulitan itulah, menurut kepala dinas tersebut yang kini membuat realisasi APBD 2014 sangat lambat. Karena itu, ia tak heran jika ada satuan kerja yang sampai saat ini realisasi anggarannya masih satu persen. Sementara secara umum masih di bawah 10 persen. 

Seorang pejabat lain juga mengeluhkan hal serupa. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba minta waktu untuk bertemu dan melaporkan rencana pelaksnaan program, baik di kediaman dinas maupun di kantor, namun setelah menunggu dua sampai tiga jam, tak juga bisa bertemu. 

“Kadang kami (para pejabat.red) seperti tak ada harga diri menghadapi situasi seperti ini. Bingung. Harus menghadap gubenrur, tapi sudah menunggu berjam-jam tetap saja tak bisa bertemu,” runtuknya. 

Pengakuan memprihatinkan dilontarkan seorang mantan kepala biro yang kemarin turut dilantik menempati jabatan baru. Ia punya pengalaman yang luar bisa menguji kesabaran untuk sekedar bisa bertemu Gubernur Riau Annas Maamun yang notabene merupakan atasannya. 

“Kalau ada Kadis atau kepala badan yang mengeluh baru menunggu dua sampai empat jam untuk bertemu Pak Gub, itu tak ada apa-apanya. Saya harus menunggu semalam suntuk untuk bisa bertemu,” tutur pejabat yang juga menolak namanya dipublikasikan. 

Diceritakan pejabat tersebut, suatu hari dirinya memutuskan untuk menemui Gubri Annas dalam rangka melaporkan rencana kegiatan. Ia bertekad harus bertemu, meski apapun yang terjadi. 

Lantar berangkatlah ia ke kediaman dinas dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan ditemani beberapa staf, duduk di ruang tunggu, dekat ruang operator telephon rumah dinas. 

Satu jam, dua jam hingga tiga jam berlalu. Belum ada tanda-tanda harapan bertemu Gubri Annas kesampaian. Meskipun sudah mulai bosan, namun pejabat tersebut tak putus asa. Bertekad untuk bertemu atasan barunya. Para stafnya juga diperintahkan menunggu. 

Lima jam hingga tujuh jam berlalu tetap belum ada panggilan menghadap. Waktu sudah memasuki tengah malam. Kepalang basah. “Saya akhirnya menginap di ruang tunggu rumah dians bersama beberapa staf,” kenang pejabat tersebut. 

Berhasil! Usai sholat Subuh si pejabat akhirnya diterima Gubernur Annas. Melaporkan rencana program setelah itu langsung pulang untuk tidur.***(mad) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar