• Home
  • Sosial
  • Kerja Keras Mampu Kurangi Angka Kemiskinan di Kampar

Kerja Keras Mampu Kurangi Angka Kemiskinan di Kampar

Senin, 31 Maret 2014 15:09 WIB

BANGKINANG - Tekad untuk senantiasa bekerja keras untuk merubah nasib merupakan obat mujarab bagi si “tulang rusuk panjang”(orang pemalas) di Kabupaten Kampar yang jumlahnya akan terus diperkecil sejalan dengan program tiga zero yakni zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah-rumah kumuh. 

Tiga zero merupakan pengerucutan program lina pilar pembangunan Kabupaten Kampar dengan sasaran pada akhir tahun 2014 Kabupaten Kampar terbebas dari tiga zero dan menjadi kabupaten termaju di Provinsi Riau. 

Untuk merealisasikan tiga zero tersebut maka diharapkan segenap lapisan masyarakat mulai dari aparatur pemerintah, alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan hendaknya senantiasa menyatukan barisan, satu pola pikir, satu gerakan serta dibarengi pula oleh kesadaran yang tinggi dari si tulang rusuk panjang bahwa hari ini dan hari esok atau hari-hari yang akan datang harus lebih dari kemaren atau hari-hari sebelumnya. 

Dan bila dalam realita kehidupan si tulang rusuk panjang ternyata hari ini dan hari esok jauh lebih buruk dari hari-hari kemaren atau hari-hari yang telah berlalu, maka hendaknya si tulang rusuk panjang hendaknya sadar sesadar-sadarnya bahwa mereka telah merugi dengan kerugian yang teramat besar. 

Demikian motivasi dan dorongan semangat yang selalu diungkapkan oleh Bupati Kampar H. Jefry Noer, di berbagai kesempatan bertatap muka dengan warga Kampar di wilayah pedesaan sebagaimana diungkapkan kembali oleh Kabag Humas Setda Kampar Sabarudin, Senin (31/3/14).

Ditambahkan dia, bahwa dalam rangka merealitakan tiga zero tersebut Pemerintah Kabupaten Kampar menjadikan program lima pilar pembangunan sebagai program prioritas baik pada tahun 2014 maupun pada tahun 2015. 

Ditambahkan Sabarudin bahwa program tiga zero bukanlah program mimpi, tetapi merupakan program yang dapat direalitakan atau menjadi kenyataan karena arah pelaksaanaan pembangunan di Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati Kampar, H. Jefry Noer,adalah melaksanakan secara bersungguh-sungguh program lima pilar pembangunan. 

Upaya untuk mengangkat derajat kehidupan masyarakat miskin dan masyarakat secara umum diwilayah perdesaan telah dimulai dan telah direalitakan dengan berbagai keberhasilan yang nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti kegiatan pelaksanaan pelatihan yang telah melahirkan ribuan orang alumni Diklat P4S Pertanian Terpadu Karya Nyata Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu. 

Para alumni P4S tersebut setelah mengikuti pelatihan dan telah menerima ilmu-ilmu teknis terapan, penerapan pola pikir yang dibarengi peningkatan iman dan taqwa dan kemudian mendapatkan bantuan permodalam dari program ekonomi kerakyatan dengan penyalur dana PD Bank BPR Sarimadu, akhirnya bangkit menjadi petani-petani sukses. 

Saat ini diwilayah pedesaan sudah dapat kita temukan dengan mudah para petani cabe yang sukses, petani bawang merah yang berhasil dengan obsesi kedepan Kabupaten Kampar akan menjadi sentra produksi bawang merah di Sumatera. 

Para petani keramba dan petani kolam ikan ternyata juga mampu mengangkat citra Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah penghasil ikan air tawar terbesar di Pulau Sumatera.

"Dengan mudah pula kita temukan diwilayah pedesaan para petani peternak sapi yang sukses yang menerapkan pola usaha penggemukan sapi dan pembudidayaan sapi dan dalam waktu dekat Kabupaten Kampar akan menjadi salah satu daerah sentra peternakan sapi di Provinsi Riau," katanya. 

Keberhasilan usaha perikanan, usaha bididaya tanaman cabe, usaha tanaman bawang merah yang saat ini dan kedepan akan terus dikembangkan, dan usaha peternakan sapi pada intinya adalah merupakan upaya untuk merubah kebiasaan kehidupan si tulang rusuk panjang agar mau bekerja keras dan melakukan yang terbaik bagi keluarganya dan bagi negeri yang kita cintai ini. 

Dan patut dicatat atau diketahui bahwa untuk melakukan usaha bercocok tanam cabe, bercocok tanam bawang merah, usaha perikanan dan usaha peternakan sapi tidak hanya melibatkan si tulang rusuk panjang. 

Tetapi dalam mengelola usahanya tersebut juga sekaligus melibatkan beberapa orang tenaga kerja yang berasal dari anak dan istri si tulang rusuk panjang, tetangganya, bahkan beberapa orang tenaga kerja yang selama ini dalam keadaan menganggur atau berstatus pengangguran tersembunyi di wilayah perdesaan. 

"Intinya, para petani sukses itu bisa dan mampu menolong diri sendiri dan keluarga dan bahkan juga mampu menolong orang lain,"tuturnya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar