Korban Angin Puting Beliung Masih Trauma di Dumai
Minggu, 21 September 2014 16:50 WIB
DUMAI - Korban kerusakan rumah yang disebabkan oleh angin puting beliung pada akhir pekan lalu, kini masih mengalami trauma di dalam diri mereka. Sebab kejadian tersebut hampir membahayakan diri mereka, jika bangunan yang mereka tempati sewaktu kejadian tersebut ambruk.
Seperti yang dikatakan Devi, salah satu korban kerusakan rumah yang disebabkan angin puting beliung itu menuturkan, ia terjaga dari tidurnya disebabkan adanya petir dan angin kencang disertai hujan yang deras. Dengan rasa takut melihat itu, kemudian dirinya bersandar di dekat dinding rumah bersama anak bungsunya yang berumur sekitar dua tahun.
"Waktu itu, saya terjaga bersama anak bungsu saya yang kemudian bersandar di dinding karena takut, sedangkan suami dan anak-anak saya lainnya
masih tertidur," ujarnya menceritakan kepada riauheadline.com, Minggu (21/09).
Setelah itu, ibu dari tiga anak itu melanjutkan, tiba-tiba atap rumah kontrakannya berterbangan dan goyang. Karena rasa takutnya semakin tidak terbendung, ia kemudian membangunkan sang suami dan kedua anaknya untuk mengungsi di mesjid yang tidak jauh dari rumah kontrakannya.
"Kami langsung bergegas menuju ke mesjid yang tidak jauh dari kontrakan, dan disana kami mengungsi hingga pagi hari," jelasnya.
Sedangkan, lebih lanjut ibu itu menceritakan, peralatan-peralatan yang ada di dalam rumahnya tidak dapat diselamatkan diwaktu kejadian, dan setelah
paginya segala peralatan di dalam rumahnya sudah berserakan dan basah disebabkan hujan dan angin kencang tersebut.
Namun demikian, dirinya juga berterima kasih kepada Pemerintah serta unsur lainnya yang telah turut peduli kepada dirinya, dengan memberikan bantuan berupa, lauk pauk, makanan siap saji, matras dan tikar gulung.
"Kita sangat membutuhkan matras dan tikar gulung, sebab salah satu perlatan di rumah kontraknnya seperti tikar gulung sudah basah dan tidak bisa di
gunakan lagi usai kejadian tersebut. Oleh sebab itu kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan unsur lainnya yang telah membantu dan turut
memperhatikan kondisi kita disini," tutupnya. (via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

