Kota Pasirpangaraian Kandidat Peraih Piala Adipura 2015
Rabu, 05 November 2014 15:46 WIB
ROKAN HULU : Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau Yulwiriati Moesa mengatakan tujuh daerah akan diajukan sebagai kandidat penerima Piala Adipura 2015. Salah satunya yakni Kota Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau yang diajukan sebagai penerima Piala Adipura, di antaranya Kabupaten Rohul, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu serta Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.
"Penilaian baru dilakukan oleh Tim Penilai pada akhir November 2014 dan Maret tahun depan (2015, red)," kata Yulwiriati Moesa seusai Rapat Evaluasi wacana Piala Adipura di rumah dinas Bupati Rohul di Pasirpangaraian, Selasa (4/11/14) petang kemarin. Kata dia, penilaian hanya dilakukan Ibukota Kabupaten saja.
Yulwiriati mengungkapkan, hingga tahun ini, baru dua daerah di Provinsi Riau yang menerima Piala Adipura, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Bengkalis. Diakuinya, BLH Riau terus mendorong daerah lain untuk berbenah dalam mengelola sampah.
"Sekarang baru dua daerah yang menerima. Kita targetkan, seluruh daerah di Riau mendapatkan Piala Adipura ini," ujar dia.
Khusus untuk Kota Pasirpangaraian, Yulwiriati mengakui ada komitmen tinggi dari Bupati Rohul Achmad. Meski tidak optimis, namun Bupati dua periode itu dinilai dia berkomitmen dalam menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup, seperti di sekolahan, pasar dan fasilitas umum lainnya.
"Saya menilai Rohul sudah baik. Seperti taman sudah bagus, namun untuk pengelolaan sampah harus ditingkatkan," saran dia.
Saran dari BLH Riau kepada Pemkab Rohul, yakni penyediaan tong sampah di fasilitas umum, pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), termasuk alat untuk membuat pupuk kompos.
Yulwiriati menambahkan, untuk penilaian akhir November 2014 dan Maret 2015 akan melibatkan tim indenpenden, terdiri dari akademisi, LSM, BLH pusat, dan BLH Riau. "Untuk pengumuman baru akan diumumkan tahun depan," terang Yulwiriati.
Rapat Evaluasi itu dihadiri Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si dan wakilnya Ir. H. Hafith Syukri MM, serta seluruh Kepala Satuan Kerja, Camat Rambah Arie Gunadi, serta beberapa Kepala Sekolah di Kecamatan Rambah.
Tiga Sistem Pengelolaan Sampah
Yulwiriati mengungkapkan sebelum sampah dibuang ke TPA harus dilakukan pemilahan lebih dulu, seperti mana sampah reduce (mengurangi penggunaan), reuse (digunakan kembali) dan sampah yang bisa di-recycle atau bisa didaur ulang atau dirubah menjadi energi.
Menurut dia, Pemkab Rohul sudah dinilai berhasil dalam pengelolaan sampah, seperti merubah sampah menjadi energi listrik yang telah dilakukan di Pabrik Kelapa Sawit PT Ariya Rama Perkasa Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara.
Di PKS itu telah dibangun project Pembangkit Listrik Tenaga Biogas berkapasitas 1 mega watt. Pembangkit itu menggunakan bahan bakar dari limbah cair perusahaan yang dirubah gas metan.
Seperti ibu-ibu Dasa Wisma binaan BLH Riau, diakui Yulwiriati telah mampu me-reuce sampah plastik bekas kemasan deterjen, kopi dan lainnya menjadi barang-barang berguna seperti tas, dompet, dan lain sebagainya.
"Itu yang terus kita dorong kepada daerah agar dalam pengelolaan sampah benar-benar serius," harap Yulwiriati.
Bupati Lebih Kedepankan Kualitas Hidup Sehat
Meski sebagai salah satu daerah yang diajukan penerima Piala Adipura, namun Bupati Rohul Achmad tidak begitu optimis. Menurutnya, lebih penting saat ini yakni bagaimana meningkatkan kualitas hidup sehat di pemukiman masyarakat dan fasilitas umum.
"Seperti masalah pengelolaan sampah dan penghijauan harus ditingkatkan. Ini untuk meningkatkan kualitas hidup sehat," kata Bupati.
Dia mengimbau masyarakat Rohul, khususnya masyarakat di Pasirpangaraian dan sekitarnya tidak membuang sampah sembarangan, termasuk membuang sampah di aliran sungai dan bisa menggunakan sampah (recycle) sebagai barang berguna seperti dijadikan cinderamata atau pupuk kompos.
"Dalam pengelolaan sampah, antara sampah organik dan non organik harus dipisahkan. Kita akui ini yang belum dilakukan," ujar dia.
Meski demikian, Bupati mengimbau seluruh pengelola fasilitas umum tetap menomorsatukan kebersihan lingkungan, termasuk sediakan dua tong sampah yakni untuk sampah organik dan non organik. Masyarakat juga harus dapat membedakan jenis sampah.
"Apa yang menjadi saran dari tim penilai akan kita tingkatkan. Soal masih minimnya tempat sampah akan kita sediakan," terang Bupati Rohul Achmad seusai Rapat Evaluasi.
(zal/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

