• Home
  • Sosial
  • Kuota Penerima Raskin Rohil Turun 13 Persen

Kuota Penerima Raskin Rohil Turun 13 Persen

Minggu, 27 Oktober 2013 17:29 WIB

BAGANSIAPIAPI - Kuota penerima beras miskin (Raskin) di Kabupaten Rohil tahun 2013 mencapai 423.480 kilogram perbulan. Jika dibandingkan tahun 2012 kuota penerima raskin mencapai 478.532 kilogram, namun untuk 2013 turun mencapai 13 persen.

Dari data penerima Raskin di Kabupaten Rohil jumlahnya mencapai 28.232 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di 15 kecamatan. Jumlahnya diperkirakan terus mengalami penurunan setiap tahunya.

"Dilihat dari kuota penerima angkanya turun. Ini dilihat dari permintaan didaerah se Rohil," ungkap Kepala Bulog Dumai, Tomi Despalingga, ketika dikonfirmasi sejumlah awak media, kemarin.

Dikatakannya, harga jual Raskin sendiri dari pemerintah pusat ke masyarakat penerima sebesar Rp. 1600 perkilogramnya. Distribusinya dilakukan setiap pertriwulan.

"Sebenarnya pembagiannya tergantung permintaan kabupaten atau kecamatan bisa per 2-3 bulan, karena kalau sebulan operasionalnya tidak mencukupi," tegasnya.

Masih katanya, permintaan Raskin untuk Kabupaten Rohil sudah ada perkecamatan, sehingga distribusinya sampai ketitik rumah tangga sasaran menjadi tanggungjawab kecamatan bersangkutan di daerah. 

'Kalau distribusi angkutan awal menjadi kewenangan pihak Bulog, sedanggkan ke titik sasaran ditangani kecamatan atau Pemda setempat," ungkapnya.

Disinggung mengenai jenis beras bantuan yang dibagikan, Tomi menjelasakan, untuk pembagian jenis berasnya medium bukan beras premium."Berasnya dari luar negeri bisa dari Vietnam, India dan lainya. Sedangkan jenis premium adalah beras yang dijual dipasaran,' paparnya.

Dalam persoalan distribusi, tutur Tomi, tidak ada ditemui kendala, pihak Bulog selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. "Artinya semua kita komunikasikan baik persoalan realisasi distribusi, beras dan harga yang ditetapkan," ujarnya.

Disebutkan juga, perihal pembayaran Raskin disetiap daerah berbeda, seperti di Kabupaten Rohil raskin yang disalurkan pembayarnya dibebankan kepada masyarakat, sementara di Dumai sendiri dibebankan dalam APBD. 

"Kalau di Kota Dumai RTS penerima mendapat subsidi pemerintahnya, kalau di Rohil masih konsinasi yang dibayarkan masyarakat. Ini sudah penyaluran triwulan ke-4, kita berharap Pemkab segera usulkan jika ada penambahan dan kekurangan tahun 2014 mendatang, dengan batas waktu hingga 31 Desember nantinya,"timpalnya. (Jar/hllc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar