• Home
  • Sosial
  • Masyarakat Dumai Menderita Kabut Asap Sampai Kelangkaan LPG

Masyarakat Dumai Menderita Kabut Asap Sampai Kelangkaan LPG

Rabu, 30 September 2015 19:44 WIB
DUMAI - Kalangan masyarakat di Kota Dumai kini kondisinya menderita banyak faktor, mulai dari bencana kabut asap yang tak kunjung reda hingga persoalan pemadaman listrik secara mendadak dan langkanya mendapat gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Diana, seorang warga di Kecamatan Dumai Selatan, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang tak kunjung tuntas menangani persoalan kabut asap. Ditambah lagi dengan PLN, yang semena-mena memadamkan listrik hingga membuat sejumlah barang elektroniknya rusak.

Tak hanya itu saja, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat dinilai kurang respon dengan langkanya gas elpiji 3 kg. Dalih yang disampaikan pemerintah mengenai gas elpiji sangat tidak rasional dan kurang melegakan hati masyarakat.

"Kami sebagai warga semakin lengkap penderitaan ini. Sudahlah ekonomi kian amburadul, ditambah kami setiap hari harus menghirup asap, PLN melakukan pemadaman secara spontan dan kamipun susah untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg," keluhnya kepada awak media, Rabu (30/9/15).

Disisi lain masalah bencana kabut asap ini, tak hanya membahayakan kesehatan masyarakat seperti mata iritasi atau perih dan batuk disertai sesak nafas, kabut asap juga dapat berakibat fatal bagi kesehatan anak-anak balita. 

Buktinya, Rabu (30/9) pagi, berhasil dijumpai seorang bayi Laki-laki berusia 5 Bulan terpaksa harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akibat mengalami gangguan saluran pernafasan yang diduga dampak dari kabut asap.

Kemudian mengenai gas elpiji sendiri, beberapa Agen LPG sendiri berani menjual LPG 3Kg seharga Rp. 20.000 per tabung.  Sementera pengecer di tingkat kios-kios kecil menjual Rp. 25.000 s/d Rp. 28.000 per tabung. Itu pun kalau sedang ada.

Diakui, salah seorang IRT Pengecer gas LpG 3Kg di Jalan Tenggiri Kelurahan Teluk Binjai, bahwa sudah dua hari stock gas LPG 3Kg ditempatnya kosong. Masyarakat daerah sini juga sudah mencari ke tempat lain, namun tetap saja tidak dapat atau tidak menemukan adanya gas LPG 3Kg. 

"Sehingga tak jarang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang adanya stock gas LPG 3Kg, masyarakat daerah sini harus beralih menggunakan kompor minyak tanah, yang harga minyak tanah juga tinggi serta sedikit sulit dalam mencarinya," akunya.

Sementara terkait pemadaman listrik yang terus berlanjut, juga membuat seorang pengusaha elektronik di Kota Dumai angkat bicara. Pasalnya, menurutnya dengan adanya pemadaman yang terjadi secara berulang disetiap harinya dapat memicu atau membuat barang-barang dagangan elektronik miliknya cepat rusak.

"Dalam proses pembayarannya, PLN selalu menggesa agar tepat waktu dan sebagainya. Namun apa yang dirasakan masyarakat tak sebanding dengan apa yang dituntut oleh pihak PLN. Terlebih, atas adanya pemadaman yang terjadi secara berulang disetiap harinya," tutupnya.

(via/via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags PLN
Komentar