Miris, Kadisos Dumai Kurang Respon Soal Pasien Orgil
Jumat, 10 April 2015 12:27 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Sosial (Disos) Dumai Chairuddin Adnan dituding kurang respon dengan nasib empat pasien penderita gangguan jiwa belum yang sudah dua minggu menginap di rumah rehabilitas dinas tersebut.
Pasalnya hingga kini persyaratan sudah disiapkan pihak keluarga, namun anggaran untuk proses pemberangkatan kerumah Sakit Jiwa (RSJ) belum dikondisikan oleh Pimpinan.
Hal ini dikeluhkan oleh salah satu orang tua penderita gangguan jiwa Jekson.
Keluhan itu secara langsung disampaikan kepada Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Ikhsan, Kamis (9/4) kemarin. "Surat keberangkatan ke RSJ Tampan Pekanbaru sudah diteken oleh Kadis, tetapi sayang biaya hingga sekarang belum dikondisikan," keluhannya.
Ikhsan mengatakan, kalau begini bagaimana pasien bisa diberangkatkan ke RSJ, sementara kewenangan untuk itu tidak ada. Hal ini sudah disampikan ke Kadis, namun tidak ada tanggapan atau respon yang baik sampai sekarang.
"Seharusnya ada kebijakan tegas yang diambil kadis agar mereka segera dikirim ke RSJ. Pasalnya beberapa dari mereka ini sudah masuk ketegori berbahaya bila dibiarkan. Salah satu diantaranya berbahaya jika tidak kita kurung, karena pernah membakar tempat tidur di rumahnya," katanya.
Oleh karenanya, maka itu kurang lebih dua minggu salah satu penderita diinapkan di rumah singgah dan apabila dibiarkan bisa mengancam keselamatan orang lain. Kondisi seperti ini sebenarnya sering terjadi, tapi tidak ditanggapi serius oleh kadis.
"Saya pernah mengeluarkan dana pribadi untuk mengantarkan pasien penderita gangguan jiwa ke RSJ karena tidak adanya kepedulian pimpinan tentang ini. Mengenai biaya, biasanya ditanggung pemerintah, satu orang ditanggung Pemda sebesar Rp 2 juta khusus untuk keluarga kurang mampu," katanya.
Dia mengaku kecewa dengan sikap pimpinan seperti ini karena tidak respon, seharusnya bisa dikondisikan biaya untuk ini. Padahal sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi sudah bekerja semaksimal mungkin, serta memberi pelayanan terbaik kemasyarakat.
Ketidak tanggapan kadis juga dikeluhkan oleh Sutrisno orang tua kandung dari Jekson yang mana beliau pernah bertemu langsung dengan kadis tetapi malah diarahkan agar anak ini dirujuk ke Puskesmas, sementara tingkah laku anak tersebut sudah berbahaya, karena sempat membakar tempat tidur sendiri.
"Oleh karena itu saya bingung dengan sikap kepala dinas sekarang ini seperti tidak tanggap, jadi mau tidak mau anaknya tinggal di rumah singgah Dinsos kurang lebih dua pekan. Semua berkas sudah dipersiapkan, cuma tinggal berangkat saja, tetapi anggaran tidak ada. Mau pakai uang sendiri saya tidak punya," keluhnya.
Menanggapi hal ini kepala Dinas Sosial, Chairuddin Adnan menyarankan agar konfirmasi dengan Kabid Rehabilitasi. "Apapun yang dikatakan dia tulis saja," tutupnya tanpa panjang lebar menjelaskan masud dari keterangan tersebut.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

