Selain Kades PDIP, KPK Juga Tangkap Seorang Pengusaha
Jumat, 10 April 2015 12:35 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang mereka lakukan di salah satu hotel di Sanur, Bali pada Kamis tadi malam.
Menurut Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi dalam operasi tangkat tangan tersebut, pihaknya menangkap tiga orang di lokasi berbeda. Dua orang di Bali dan satu orang di Jakarta.
"Banyak berita yang simpang siur, makanya kami terangkan bahwa KPK telah menangkap tiga orang berinisial A dan AK, keduanya ditangkap di salah satu hotel di Sanur, Bali pada pukul 18.45 Wita," tuturnya dalam jumpa pers, Jumat (10/4/2015).
Sedangkan satu tersangka lain merupakan seorang pengusaha yang ditangkap di Jakarta. "Di Jakarta pukul 18.49 WIB ada seorang pengusaha AH ditangkap di lobi sebuah hotel di Senayan," lanjutnya.
Johan menambahkan, ketiga tersangka saat ini sudah berada di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan.
"Saat ini ketiganya sudah di bawa ke KPK dan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Yang dari Bali tiba pukul 10.30 WIB dibawa pesawat," pungkasnya.
Johan menambahkan, status ketiga orang tersebut masih sebagai terperiksa. Selain itu johan juga menyampaikan penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan pemberian izin tambang di Kalimantan.
"Status terperiksa, KPK punya waktu 1x24 jam untuk menyimpulkan, ini diduga berkaitan dengan pemberian izin di sebuah lokasi di Kalimantan," tandasnya.
Diungkapkannya, KPK sudah cukup lama mengincar aktivitas dari ketiga orang terduga kasus suap tersebut.
"Info dari masyarakat dan dilakukan penyelidikan selama sepekan dua pekan, kebetulan dua orang di Bali, konstruksinya nanti akan disampaikan. Kita tunggu hasil proses pemeriksaan," terangnya.
Ketika ditanya soal asal usul uang yang turut disita KPK, Johan mengaku pihaknya belum mengetahui pasti. "Belum tahu, di TKP tadi ditemukan uang dolar Singapura dan rupiah (dari A dan AK), AH hanya ditangkap saja, detailnya nanti setelah pemeriksaan," tutupnya.
Megawati Sudah Tahu Kader Ditangkap KPK
Politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Pramono Anung mengungkapkan, dirinya langsung berkomunikasi dengan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri mengenai kabar kadernya tertangkap tangan oleh KPK.
"Saya juga sudah mengkomunikasikan dengan Ibu Ketua Umum," kata Pramono di Hotel Inna Grand Bali Beach, Jumat (10/4/2015).
Dengan adanya persoalan ini, Pramono mengusulkan dan meyakini yang bersangkutan akan diberi sanksi tegas, lantaran perbuatannya membuat malu partai berlogo kepala banteng dengan moncong putih ini.
"Nanti akan ada proses internal Mahkamah Partai. Tetapi saya yang mengusulkan dan tetapi saya meyakini karena ini sangat memalukan, dan sanksi tegas akan diberikan," pungkasnya.
(rdk/okz)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
HAKORDIA 2025 di Yogyakarta Jadi Tonggak Baru Sinergi Nasional Lawan Korupsi
-
Politik
Profil Bupati Meranti Muhammad Adil yang Kena OTT KPK
-
Hukrim
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil Terjaring OTT KPK
-
Hukrim
Syamsuar Bungkam Perihal KPK Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun
-
Hukrim
KPK Kembali Tahan Mantan Gubernur Riau Annas Maamun
-
Hukrim
Bupati Kuansing Tersangka Suap dari Bos PT. Adimulia Agrolestari

