NU Meranti Imbau Jamaah Nahdiyin Berdoa Minta Hujan
Rabu, 05 Maret 2014 17:39 WIB
SELATPANJANG - Sejak terjadi Kemarau panjang di wilayah Kabupaten kepaulauan Meranti, beberapa bulan terakhir memnimbulkan berbagai persoalan yang harus dihadapi masyarakat. Mulai dari persoalan air bersih hingga persolan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bahkan bukan saja persoalan kebakaran hutan dan lahan perkebunan masyarakat yang hangus dilalap sijago Merah, namun beberapa unit rumah milik warga dibeberapa daerah juga ikut jadi sasaran api dan setiap rumah terbakar selalu gagal untuk diselamatkan.
Selama musim kemarau ribuan lahan pekerbunan masyarakat beberapa unit rumah milik warga di kepualuan Meranti juga ikut ludes dilalap sijago merah, belum lagi persolan sulitnya memndapat air bersih maupun air layak minum, jika dihitung kerugian yang di derita oleh masyarakat selama musim kemarau mungkin mencapai puluhan meliar rupiah.
"Kondisi ini benar-benar sangat memprihatikan," ungkap Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Meranti, Drs H,Ishak Isra’I kepada media ini saat di temui diruangan kerja Staf Ahli Bupati di komplek kantor Bupati jalan Dorak Selatpanjang, Rabu (5/3/14). Saat ini masyarakat kota khususnya di kota Selatpanjang mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih karena hujan tak kunjung turun.
"Sehingga kini tidak sedikit pula masyarakat harus meminum air Redang (sumur Air Gambut-red) sebagi sumber air bersih, meskipun airnya bersih dan banyak dikomsumi oleh masyarakat Perdesaan,namun warna airnya merah kehitam-hitaman persisnya seperti air teh," katanya.
Sementara itu masyarak diperdesaan mengeluhkan persoalan sulitnya untuk memadamkan kebakaran di kebun mereka, sehingga harus bekerja keras dan berjaga siang dan malam agar api tidak menjalan kebun masyarakat lainya.
"Berbagai upaya terus dilakukan mulai untuk memdamkan kahutla yang terjadi dibeberapa desa dan kecamatan itu, namun upaya-upaya pemdaman api yang dilakukan masyarakat tersebut, tidak membawahkan hasil yang maksimal," katanya.
Dengan demikian kata dia, sehingga mereka harus berpasrah diri kepada sang pencipta karena semuanya itu merupakan cobaan dari Allah SWT. Apapun yang terjadi semua itu atas kehendaknya juga.
Ketua NU Kepulauan Meranti Drs H. Ishak Izra’I ,yang juga merupakan Ketua LPTQ kepulauan Meranti itu, juga mengajak seluruh elemen masyarakat khusus warga NU Nahdiyin diuntuk melakukan doa di masjid-masjid meminta kepada sang pencipta agar di turunkan hujan di bumi lancing kuning khususnya di bumi Meranti.
"Mengingat saat ini sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan sulit untuk mendapatkan air bersih dan diperparah lagi semakin buruknya kualitas udara. Akibat diselumut asap karena Kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) di beberapa daerah wilayah Kepulauan Meranti," pungkasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

