• Home
  • Sosial
  • Nova Rahmi Malah Tidak Lulus CPNS 2014 Kota Pekanbaru

Nilai Paling Tinggi

Nova Rahmi Malah Tidak Lulus CPNS 2014 Kota Pekanbaru

Rabu, 31 Desember 2014 18:59 WIB
PEKANBARU : Nova Rahmi (33), warga jalan Sakuntala No 69 Tangkerang Utara, kecewa lantaran tidak lulus menjadi CPNS Pemko Pekanbaru. Padahal ia menjadi salah satu pelamar dengan nilai hasil tes tertinggi di antara peserta lainnya.

Setelah menjalani berbagai tes seleksi mulai dari administrasi dan lainnya sejak September 2014, semuanya dilewati Nova dengan kelulusan. 

Saat itu Nova memilih 3 jabatan di antaranya Guru Tekhnik Komputer Jaringan, Penggerak Swadaya Masyarakat serta Guru Rekayasa Perangkat Lunak. Dari 3 pilihan itu, gadis ini dinyatakan lulus pada pilihan ketiganya sebagai Guru Rekayasa Perangkat Lunak.

Malahan, ia memiliki nilai tertinggi. Dirincikan, nilai Tes Kemampuan Pribadi (TKP) ia mengantongi nilai 144, tes Intelejensi Umum (TIU) dengan nilai 110, serta Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan nilai 90. 

Jika ditotal Nova memperoleh nilai 344 dan menempati urutan pertama pada pilihan ketiganya, dimana dibawahnya cuma mengantongi nilai 343 dan 322.

Tapi aneh, saat pengumuman Senin (29/12/2014), ia justru dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman. Padahal jelas-jelas ia memiliki nilai tertinggi, serta lolos seluruh tes. 

"Saat itu saya langsung ke kantor Walikota ke BKD Kota untuk mempertanyakan, dijawab pihak pegawai, saya sudah terlambat untuk mengajukan protes, kok bisa? Padahal pengumumannya baru keluar hari itu juga," papar Nova Rahmi (33), Rabu (31/12/2014).

Harusnya, sebagai pemilik nilai tertinggi tersebut, ia lolos pada pilihan ketiga. Malahan jika merujuk pada nilai di atas, Nova juga semestinya lolos pada pilihan pertama dengan menempati urutan kedua. 

"Banyak keganjilan, mengurai ke belakang, kenapa saya tidak ditempatkan pada pilihan 1 diurutan Kedua, namun justru diposisikan pada pilihan Ketiga dan menempati posisi Pertama. Tapi biarlah itu tak masalah, sekarang yang penting bagaimana kejelasannya, saya lulus paling tinggi di pilihan ketiga," keluhnya.

Merasa penasaran, pada Rabu (31/12/2014) Nova kembali mendatangi kantor BKD untuk mempertanyakan hak nya. Di sini ia bertemu salah satu pegawai BKD.

"Saya lupa namanya, cuma dijawab mereka ada peraturan dari Kemenpan terkait keputusan itu, cuma dia ngak ketemu dimana dibunyikan peraturan itu," urai Nova menirukan.

Kini Nova, wanita lulusan D-3 Amikom Jogjakarta serta lulusan S-1 Stemik Amik Riau hanya bisa berharap, agar pemerintah bisa berlaku adil dan bisa mendapatkan haknya sesuai kemampuan dan nilai yang ia peroleh. "Harus ada keadilan dan kejelasan kenapa ini bisa terjadi," pungkasnya.

(rdk/adi/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar