Ombudsman Temukan 33 Kasus Pelayanan Buruk RSUD Dumai
Jumat, 07 November 2014 15:38 WIB
DUMAI : Ombudsman perwakilan Riau mendapati sebanyak 33 temuan negatif dalam supervisi pelayanan publik di RSUD Dumai. Sebanyak 24 di antaranya terkait dengan sarana dan prasarana, 3 poin terkait petugas pelaksana layanan dan 6 poin temuan khusus.
Asisten Ombudsman RI Perwakilan Riau Bidang Pengaduan Masyarakat dan Penyelesaian Laporan Bambang Pratama mengungkapkan, pihaknya menerima keluhan sebagian dokter di poli rawat jalan tidak berada di tempat saat jam layanan.
"Padahal, pasien sudah mendaftar sejak pukul 07.00 WIB. Memang banyak temuan, cuma yang paling menarik hanya itu," ujar Bambang, Kamis (6/11/2014).
Di antara temuan khusus lainnya, masih banyak pegawai yang nongkrong di kantin pada saat jam layanan. Keluarga pasien yang merokok dengan bebas di area rumah sakit, namun tidak ada teguran dari pegawai atau tenaga pengamanan.
Tidak adanya jadwal pasti pelayanana juga menyebabkan banyak pasien yang harus menunggu lama, bahkan 2 sampai 3 jam. "Akhirnya keluarga pasien harus marah marah kepada pegawai, kemudian baru mendapatkan pelayanan dengan baik," katanya.
Sementera Direktur RSUD Dumai, Dokter Syaiful menyambut baik hasil supervisi Ombudsman RI perwakilan Riau. Ia mengaku sangat terbuka untuk penilaian layanan publik di SKPD yang ia pimpin, supaya ada perbaikan jelas ke depan.
"Kita cukup puas dengan penilaian yang objektif dari Ombudsman. 24 temuan itu membuat kita termotivasi karena dianggap menjadi salah satu SKPD terbaik. Perbincangan kami dengan ombudsman membuat semangat untuk berbenah muncul, karena dari banyak temuan mereka, lebih di dominasi temuan yang bersifat positif," kata dr Syaiful, kemarin.
Terkait dengan jadwal dokter di Poli rawat jalan, ia tidak menampik temuan ombudsman. Namun, ia mengatakan di RSUD Dumai kekurangan SDM, terlebih dokter spesialis. Meskipun sudah menjadi RS rujukan untuk beberapa kabupaten di Riau Pesisir, RSUD Dumai baru mempunyai 12 dokter spesialis.
"Pagi-pagi mereka kunjungi dulu ke ruang rawat inap. Dan berupaya melayani pasien sebisanya. Kunjungan itu tentu memakan waktu, sedangkan di poli rawat jalan sudah menunggu pasien," kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang itu.
(via/red)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

