• Home
  • Sosial
  • PLN Belum Mampu Atasi Gangguan Listrik di Meranti

PLN Belum Mampu Atasi Gangguan Listrik di Meranti

Senin, 30 Desember 2013 17:25 WIB

SELATPANJANG - Hingga kini gangguan listrik di Kabupaten Kepulauan Meranti belum bisa diatasi. Selain banyak keluhan dari pelanggannya, kini keberadaan suku cadang masih dalam perjalanan.

"Gangguan sebelumnya yang terjadi pada mesin KHD unit 1 yang dalam pemeliharaan. Dimana sempat mengalami kerusakan pada mesin turbo target. Setelah suku cadangnya kita terima  dan langsung kita perbaiki persoalan turbo target itu kita anggap tuntas," ujar  Manager PT PLN Rayon Selatpanjang, Doddy Prariyadi, kemarin.

Sejauh ini kata Dody ketika dioperasikan kembali, muncul pula masalah pendingin yang disebut kuler mengalami kebocoran. Tentu dengan kondisi itu mesin tidak jadi dioperasikan kembali. 

Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, pihaknya juga langsung mengadakan penjemputan sparepart dimaksud ke Bengkalis. 

"Kita-pun khusus menyewa kapal untuk melakukan penjemputan suku cadang itu ke Bengkalis. Dan diharapkan dalam beberapa hari ke depan alat itu sudah sampai ke Selatpanjang," ungkap Doddy.

Diungkapkanya, pihaknya sempat menjanjikan listrik di Selatpanjang akan normal tanpa pemadaman pada tanggal 28 Desember 2013 lalu. Hal itu dia ungkapkan sesuai kondisi turbo target yang sudah di pasang tepat pada waktunya. 

Namun, sebagaimana terjadi diluar dugaan timbul masalah baru yakni kendala pada kuler. Kondisi kerusakan pada kuler tersebut, harus pula mengalami perbaikan. Sebab kuler berfungsi untuk memberikan pendinginan bagi mesin genset itu, ternyata bocor.

Ditambahkanya, pihaknya tidak berani memastikan kapan berakhir pemadaman bergilir itu. Menurutnya semua kondisi tersebut bergantung pada kondisi mesin yang akan dioperasikan. Artinya pihkanya tidak bisa menjamin sesuatu  sebelum suku cadang itu dipasangkan dengan baik. 

"Mudah-mudahan segala sesuatunya berjalan sesuai rencana, sebab untuk pergantian alat vital mesin tersebut tetap masih harus kita datangkan. Selain itu, kita juga saat ini melakukan pendataan terhadap semua peralatan yang diperkirakan mengalami gangguan,"katanya. 

Pihaknya juga mengakui kalau sebelumnya terjadi krisis daya sebesar 1,5 MW, namun saat ini kekurangannya sudah bisa ditekan menjadi hanya berkisar  800 KW saja. (fan/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar