Pelayanan RS Purihusada Tembilahan Makin Buruk
Selasa, 07 Januari 2014 19:32 WIB
TEMBILAHAN - Pelayanan Rumah Sakit (RS) Purihusada Tembilahan dinilai semakin memburuk. Salah satu pelayanan yang tidak bisa diperbaiki adalah oknum-oknum perawat salah satunya petugas yang berada di apotik resep obat.
Keluarga pasienpun sering adu mulut dengan petugas, tak jarang keluarga pasien saat antri obat lamanya 3 sampai 4 jam.
Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan Selasa (7/1/2014) sore dan hasil pantauan di lapangan, terlihat petugas penjaga apotik resep obat yang berjumlah dua orang.
Saat salah satu keluarga pasien keracunan yang antri sejak siang menanyakan resep obat yang diminta dengan suara keras dan tidak ada sopan santun petugas menjawab "Antri pak, petugas kurang".
Lebih dari 30 orang keluarga pasienpun saling melempar kata-kata tak wajar sampai mengatakan kalau pelayanan semakin buruk di RS Purihusada.
"Kalau panas bisa jadi ikan hasin antri disini, mana antri sambil tegak-tegak. Pelayanan pemberian resep sengaja diperlambat," ujar Iwan warga Desa Pengalihan Kecamatan keritang yang hendak mengambilkan resep obat pamannya.
Pemerhati pelayanan Publik, Zulpen Zuhri, SE dimintai keterangan mengatakan, kalau dari hari- kehari pemerintah daerah tidak mampu membenahi pelayanan yang lebih baik di rumah sakit umum. Selain itu perhatian pimpinan sebuah rumah sakit umum sangat kurang terhadap para pegawai.
"Yang harus dibenahi dalam sebuah rumah sakit umum khusunya Purihusada Tembilahan adalah perawat dan petugas medis dan penjaga apotik, mereka berkomunikasi langsung dengan keluarga pasien," ucap Zulpen.
Banyak anggaran daerah yang disedot untuk bidang kesehatan, jika tidak dibenahi etika dan perilaku pagawai di rumah sakit maka kedepan kepercayaan masyarakat berobat dirumah sakit akan kurang.
"Program berobat geratis yang dibuat pemerintah harus disertai dengan sistim pelayanan yang baik dan ramah agar masyarakat tidak berkecil hati," pinta Zulpen.
Kepala RS Purihusada Tembilahan Dr Irianto dikonfirmasi mengatakan, kalau dirinya tidak ada menyuruh antri berlama-lama di apotik resep obat. Untuk mengetahui apa penyebab keluarga pasien antri hingga lama di apotik maka dirinya akan melakukan peninjauan langsung ke bagian apotik tersebut.
"Saya cek dulu di lapangan pak, mungkin akibat membludaknya pasien berobat dengan program gratis seperti BPJS," ucapnya.***(mar/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

