Pembangunan 2 Fly Over Pekanbaru Seyogyanya Didanai APBN
Selasa, 14 Oktober 2014 12:00 WIB
PEKANBARU - Rencana pembangunan 2 unit jalan layang atau fly over, masing-masing di depan SKA, persisnya di persimpangan Jalan Tuanku Tambusai-Soekarno Hatta dan Jalan Soekarno Hatta-Adi Sucipto (Pasar Pagi Arengka) seyogyanya dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Karena status ruas jalan tempat dibangunnya 2 fly over itu adalah sebagai Jalan Nasional. Jangan kecolongan kita lagi seperti fly over Jalan Sudirman. Jalan Sudirman merupakan Jalan Nasional, tapi dana pembangunan memakai APBD Riau,' ucap Nasirday, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Riau.
Oleh karena itu, lanjut Nasirday, maka diminta kepada Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Riau untuk memperjuangkan dana pembangunan 2 fly over tersebut ke pemerintah pusat. Apalagi saat ini utusan Daerah Riau ada sebanyak 15 orang, yang terdiri 11 anggota DPR RI dan 4 orang anggota DPD RI.
"Seharusnya Kepala Dinas Bina Marga Riau bersama teman-teman kita ini untuk memperjuangkan dana itu. Jadi kita tidak mengganggu lagi dana APBD Riau. Karena dana APBD Riau tadi akan kita manfaatkan untuk insfrastruktur desa. Masih banyak daerah-daerah di Riau ini terisolir. Jadi kita manfaatkan untuk itu,' tukasnya.
Apabila Kepala Bina Marga Riau Syafril Buchari, tambah Nasirday, tidak mampu mendapatkan dana APBN untuk pembangunan 2 fly over tersebut sebaiknya dia mundur dari jabatannya. Masih banyak lagi yang sanggup menggantikannya.
Terlepas soal itu, kata Nasirday, untuk mengurai kemacetan di dua titik tadi perbaiki permukaan di ruas jalan tersebut. Jalannya bergelombang. Dan bahkan di ruas jalan depan SKA, jika hujan air tergenang.
Sementara di Pasar Pagi Arengka, saat ruas jalannya dipakai oleh pedagang. Begitu juga papan-papan reklame di kedua titik tadi harus dibersihkan.
Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Riau merancang dua fly over baru di persimpangan SKA Jalan Soekarno Hatta dan persimpangan Pasar Arengka. Hal itu dipilih, karena tingkat kemacetan di kawasan tersebut tergolong tinggi.
Bahkan, Detail Enginering Design (DED) untuk sarana transportasi tersebut sudah dibuat. Bahkan, beberapa tim ahli dan instansi terkait sudah melakukan rapat dan kajian untuk menjawab permasalahan kemacetan di pusat kota tersebut.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

