• Home
  • Sosial
  • Pemilik 28 Kios Pujasera Pangkalan Kerinci Bertangisan

Pemilik 28 Kios Pujasera Pangkalan Kerinci Bertangisan

Kamis, 13 Maret 2014 17:37 WIB

PANGKALANKERINCI - Para pemilik kios di pusat jajanan serba ada (Pujasera) atau Gerai makan Pangkalan Kerinci tak kuasa membendung air matanya. Hal tersebut menyusul kebakaran hebat yang meluluh lantakkan, tempat makanan rakyat milik BUMD Kabupaten Pelalawan tersebut, Kamis siang (13/3/14).

Pantauan riauterkini dilapangan, sejumlah para pedagang gerai tak kuasa menahan air matanya, melihat seluruh peralatan penunjang dagangan dilalap sijago merah. Bahkan, masyarakat begitu sulit menenangkan para pedagang ini.

Pemicu kesedihan para ibuk-ibuk ini cukup beralasan. Pasalnya, sejumlah barang-barang seperti tivi, kulkas masih berhutan alias kridit di sebuah finance."Gimana lagi bang, semua barang-barang aku masih berhutang tu, sekarang ludes semuanya," ujar Uniang Vera salah satu pemilik kios makan.

Ia mengaku pada saat kobaran api, sedang di pasar baru Pangkalan Kerinci melakukan belanja rutin untuk keperluan dagangan harian. Ia baru mengetahui peristiwa itu setelah api membesar. Tak pelak, seluruh barang-barang miliknya tak bisa diselamatkan.

Begitu juga, salah seorang pedagang lainya, Ferdinan mengaku, seluruh benda-benda penunjang dagangan ludes dan tak berhasil diselamatkan. Sebab, pada kejadian kios dia tersebut sedang tutup. "Kios itu pada malam hari saja bukanya. Jadi habis sudahlah peralatan elektronik disitu," tukasnya.

Sementara itu Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Arwin belum bisa memastikan penyebab kebakaran gerai makan ini. Namun kabar yang beredar dilapangan sumber penyebab adalah api kompor milik salah satu kios.

"Ini baru sekedar dugaan sementara saja dan issu-issu yang kita dapat dilapangan penyebab oleh api kompor dari salah satu pemilik kios. Namun ini bersifat dugaan dan informasi masih pasti melalui hasil penyidikan," ujar Arwin.

Ditempat terpisah, Daman, pengelolah Gerai makan BUMD Tuah Sekata, ketika dihubungi menyebutkan dari 40 kios disewa oleh pedagang 28 kios. "Dari 40 kios cuma 28 kios saja yang terisi," beber Daman.

Ia menyebutkan gerai makan tersebut dikelola semasa dia sejak tahun 2011. "Saya yang mengelolanya, sejak 2011 namun beroperasinya sudah lama. Setiap kios dipungut Rp 300 bagi para penyewa," jelas Daman.

Untuk kerugian akibat kebakaran tersebut Daman belum bisa menyebutkan. Persoalnya, gedung gerai itu adalah milik Pemda Pelalawan. BUMD kata Daman hanya bersifat mengelola saja.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar