Pemkab Bengkalis Diminta Bantu Lahan Pertaninan Bukit Batu
Senin, 21 Desember 2015 22:29 WIB
BENGKALIS - Pertanian di kecamatan Bukitbatu mengalami dua masalah besar, yaitu ancaman abrasi pada lahan pertanian dan pengalihan jenis tanaman oleh pemilih lahan yang semula untuk tanaman padi, tapi perlahan-lahan beralih fungsi menjadi tanaman kelapa sawit.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bengkalis diminta untuk segera mencari solusi jika tidak ingin daerah ini mengalami kekurangan beras.
Hal tersebut mengemuka dari dialog antara masyarakat dengan Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Azmi Rozali dengan masyarakat desa Sepahat, desa Tenggayun, desa Api-api dan Parit Satu Api-api, di desa Sepahat, kemarin.
Kegiatan dalam rangkaian reses tersebut dihadiri lebih kurang 300 undangan yang berasal dari desa Sepahat, Tenggayun, Api-api, Parit 1 Api-api dan desa Temiang. Walau pun pada saat bersamaan Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan acara Kenduri Seni di pantai desa Tenggayun, acara reses juga tidak sepi dari masyarakat.
Dalam acara tersebut masyarakat desa Sepahat, Api-api dan Temiang berkesempatan menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada wakil mereka yang duduk di DPRD Kabupaten Bengkalis.
Dalam aspirasinya, masyarakat desa Api-api dan Parit Satu Api-api, yang diwakili oleh Maryati meminta agar 1.000 hektar lahan pertanian padi yang terdapat di desa tersebut diselamatkan dari ancaman abrasi pantai karena kondisi di bibir pantai desa tersebut sudah semakin mencemaskan.
Kalau tidak dilakukan tindakan pencegahan niscaya akan mengakibatkan semakin berkurangnya lahan pertanian padi.
Masyarakat petani padi desa Temiang yang diwakili oleh Zainuddin mengharapkan agar lahan yang selama ini digunakan untuk melaksanakan pertanian padi di Kecamatan Bukitbatu agar dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis sehingga pemilik lahan tidak mengalihkan status lahan pertanian padi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Hal ini penting karena saat ini, sedikit demi sedikit, lahan-lahan pertanian yang selama ini digunakan untuk menanam padi sudah mengalami perubahan komiditas tanaman.
Azmi Rozali dalam tanggapannya mengemukakan bahwa apa yang disampaikan oleh masyarakat tersebut adalah persoalan nyata yang terjadi di Kabupaten Bengkalis dalam bidang pertanian.
"Memang saya saksikan sendiri bahwa di lahan pertanian masyarakat yang dulunya hanya berisi padi, sekarang sudah terselip beberapa pohon kelapa sawit. Masyarakat juga tidak dapat berbuat apa-apa, karena yang menanamnya adalah pemilik lahan sendiri," ujar Azmi.
Lelaki yang sudah 3 periode menjabat Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis ini menyarankan agar pemerintah Kabupaten Bengkalis membebaskan lahan tersebut dengan cara membeli dari pemiliknya, dan membuat keputusan atau kebijakan yang melarang siapa pun yang mengalihkan lahan yang dipergunakan untuk menanam padi menjadi tanaman sawit. "Saya pikir itu solusi untuk masa depan," pungkasnya.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Plt Sekda Bengkalis Minta ASN Berikan Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Jaksa Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Satpol PP Bengkalis
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Puji Empat Cakades Parit I Api-api

