Pemkab Kampar Bantu 10 Unit RLH dan 20 unit Rehab RLH
Jumat, 11 Juli 2014 15:31 WIB
TAPUNGHULU - Bupati Kampar H. Jefry Noer menyatakan bahwa tahun ini Pemda Kampar memberikan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) senilai Rp 45 juta sebanyak 10 unit dan 20 unit bantuan rehab RLH senilai Rp 9 juta untuk warga Desa Muara Intan.
Hal itu disampaikannya pada acara berbuka bersama tim Safari Ramadhan dengan masyarakat lima desa di Mushollah Al-Huda Dusun 2 Jalur 3 Desa Muara Intan, Kamis malam (10/7/14) yang juga dihadiri Edi Afrizal, Camat Tapunghulu dan lima kepala desa dan ikut bersama rombongan, Hj Eva Yuliana, Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar bersama pengurus PKK, Ketua PKK Kecamatan Tapunghulu, Riyardes Edi Aprizal.
Persoalan tapal batas lima desa masih menjadi tanda tanya masyarakat seperti disampaikan Ahmad Fauzi, salah seorang tokoh masyarakat saat safari ramadhan di Masjid Jamik Baitul Muttaqin Desa Muara Intan Kecamatan Tapung Hulu selepas berbuka bersama di Mushollah Al-Huda.
“Saking cintanya saya kepada masyarakat lima Desa saya tinggalkan rapat di Kantor karena harus berangkat ke sini karena jarak tempuh yang cukup jauh maka harus berangkat pada jam 3,” kata Bupati usai membagikan ratusan paket sembako kepada perwakilan masyarakat dari lima desa.
Jefry menjelaskan, perbaikan Akhlak dan moral merupakan landasan pertama yang harus dilakukan oleh semua kalangan baik oleh Bupati, Pimpinan Satker, Camat, Kades, RT, Rw sampai ke masyarakat bawah, karena itu “Peningkatan akhlak dan moral” pada pilar pembangunan berada pada urutan pertama.
Perbaiki akhlak dan moral untuk menyelamatkan desa dan wilayah kita dari yang tidak diinginkan, jadikan semua yang terjadi sebagai iktibar atau ujian dari Allah," kata Bupati menyadarkan masyarakat lima desa agar tidak terpancing dari sengketa tapal batas Rohul dan Kampar.
Dikatakannya, kalau ada Pemerintah Rohul yang akan menyelenggarakan pasar murah Alhamdulillah kita ucapkan jangan jadi pertentangan dan ribut kecuali kalau ada yang akan merusak itu bersama kita berantas apalagi di Bulan Ramadhan bulan penuh berkah dengan banyak beramal, bermusuhan itu Allah tidak suka , ujarnya.
“Kita semua bersaudara, kita orang Indonesia Propinsi Riau bukan orang Rohul atau Kampar jangan mau dikorbankan oleh kepentingan, lima desa sudah lama ditangan Rohul, tetapi kenyataanya masyarakatnya tidak juga makmur, masih begitu juga sebaliknya kalau memang makmur oleh Rohul mungkin saya akan lobi Dewan, agar diberikan saja ke Rohul, namun apapun permasalahannya sekarang ini, saya tidak akan memperebutkan lima desa, wilayah lima desa adalah wilayah Kabupaten Kampar menurut keputusan Mahkamah Konstitusi (MA) sebuah lembaga tertinggi untuk masalah Hukum, kalau Rohul mau mengambilnya silahkan gugat kembali,” ujar Jefry.
Insya Allah 5 desa ditangan saya makmur maka bantu saya dengan doa supaya sehat dan bisa memakmurkan masyarakat, Apapun ceritanya , Jefry dan Ahmad itu bekerja untuk kepentingan masyarakat, kita semua bersaudara untuk apa kita saling bermusuhan, kata Jefry. Sementara itu, Suparman, Kades Muara Intan mengatakan, "Sudah lama masyarakat menantikan bisa bertemu dan mengadakan acara bersama Bupati Kampar di desa ini, baru kali ini bisa dilaksanakan," ujarnya.
"Masyarakat sangat bangga acara berbuka bersama ini dihadiri Bupati Kampar dan Hj Eva Yuliana S bersama rombongan, kedatangan Bupati dan rombongan ini merupakan energy baru buat kami, maka kami akan terus dan memperjuangkan marwah martabat Desa Muara Intan dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Kampar, kami siap melakukan apa saja," tegasnya.
Ia berharap pembangunan dapat ditingkatkan seperti tahun lalu, minta diteruskan pembangunan jalan aspal, selama ini belum pernah dapat bantuan RLH, sembako gratis dan baju koko juga belum pernah menikmati jalan aspal serta Suparman berharap agar pemerintah Kabupaten mengambil alih wadah pendidikan di 5 desa, supaya tidak ada intimidasi lagi.***TAPUNGHULU - Bupati Kampar H. Jefry Noer menyatakan bahwa tahun ini Pemda Kampar memberikan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) senilai Rp 45 juta sebanyak 10 unit dan 20 unit bantuan rehab RLH senilai Rp 9 juta untuk warga Desa Muara Intan.
Hal itu disampaikannya pada acara berbuka bersama tim Safari Ramadhan dengan masyarakat lima desa di Mushollah Al-Huda Dusun 2 Jalur 3 Desa Muara Intan, Kamis malam (10/7/14) yang juga dihadiri Edi Afrizal, Camat Tapunghulu dan lima kepala desa dan ikut bersama rombongan, Hj Eva Yuliana, Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar bersama pengurus PKK, Ketua PKK Kecamatan Tapunghulu, Riyardes Edi Aprizal.
Persoalan tapal batas lima desa masih menjadi tanda tanya masyarakat seperti disampaikan Ahmad Fauzi, salah seorang tokoh masyarakat saat safari ramadhan di Masjid Jamik Baitul Muttaqin Desa Muara Intan Kecamatan Tapung Hulu selepas berbuka bersama di Mushollah Al-Huda.
“Saking cintanya saya kepada masyarakat lima Desa saya tinggalkan rapat di Kantor karena harus berangkat ke sini karena jarak tempuh yang cukup jauh maka harus berangkat pada jam 3,” kata Bupati usai membagikan ratusan paket sembako kepada perwakilan masyarakat dari lima desa.
Jefry menjelaskan, perbaikan Akhlak dan moral merupakan landasan pertama yang harus dilakukan oleh semua kalangan baik oleh Bupati, Pimpinan Satker, Camat, Kades, RT, Rw sampai ke masyarakat bawah, karena itu “Peningkatan akhlak dan moral” pada pilar pembangunan berada pada urutan pertama.
Perbaiki akhlak dan moral untuk menyelamatkan desa dan wilayah kita dari yang tidak diinginkan, jadikan semua yang terjadi sebagai iktibar atau ujian dari Allah," kata Bupati menyadarkan masyarakat lima desa agar tidak terpancing dari sengketa tapal batas Rohul dan Kampar.
Dikatakannya, kalau ada Pemerintah Rohul yang akan menyelenggarakan pasar murah Alhamdulillah kita ucapkan jangan jadi pertentangan dan ribut kecuali kalau ada yang akan merusak itu bersama kita berantas apalagi di Bulan Ramadhan bulan penuh berkah dengan banyak beramal, bermusuhan itu Allah tidak suka , ujarnya.
“Kita semua bersaudara, kita orang Indonesia Propinsi Riau bukan orang Rohul atau Kampar jangan mau dikorbankan oleh kepentingan, lima desa sudah lama ditangan Rohul, tetapi kenyataanya masyarakatnya tidak juga makmur, masih begitu juga sebaliknya kalau memang makmur oleh Rohul mungkin saya akan lobi Dewan, agar diberikan saja ke Rohul, namun apapun permasalahannya sekarang ini, saya tidak akan memperebutkan lima desa, wilayah lima desa adalah wilayah Kabupaten Kampar menurut keputusan Mahkamah Konstitusi (MA) sebuah lembaga tertinggi untuk masalah Hukum, kalau Rohul mau mengambilnya silahkan gugat kembali,” ujar Jefry.
Insya Allah 5 desa ditangan saya makmur maka bantu saya dengan doa supaya sehat dan bisa memakmurkan masyarakat, Apapun ceritanya , Jefry dan Ahmad itu bekerja untuk kepentingan masyarakat, kita semua bersaudara untuk apa kita saling bermusuhan, kata Jefry. Sementara itu, Suparman, Kades Muara Intan mengatakan, "Sudah lama masyarakat menantikan bisa bertemu dan mengadakan acara bersama Bupati Kampar di desa ini, baru kali ini bisa dilaksanakan," ujarnya.
"Masyarakat sangat bangga acara berbuka bersama ini dihadiri Bupati Kampar dan Hj Eva Yuliana S bersama rombongan, kedatangan Bupati dan rombongan ini merupakan energy baru buat kami, maka kami akan terus dan memperjuangkan marwah martabat Desa Muara Intan dibawah naungan Pemerintah Kabupaten Kampar, kami siap melakukan apa saja," tegasnya.
Ia berharap pembangunan dapat ditingkatkan seperti tahun lalu, minta diteruskan pembangunan jalan aspal, selama ini belum pernah dapat bantuan RLH, sembako gratis dan baju koko juga belum pernah menikmati jalan aspal serta Suparman berharap agar pemerintah Kabupaten mengambil alih wadah pendidikan di 5 desa, supaya tidak ada intimidasi lagi.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

