Pemkab Meranti Sabut Baik Program PKH Kemensos RI
Rabu, 01 Oktober 2014 20:19 WIB
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut baik Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Soalnya, PKH diyakini bisa membawa masyarakat keluar dari perangkap kemiskinan.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Kepulaun Meranti, Drs Masrul Kasmy MSi saat menghadiri Pembukaan Bimbingan teknis (bimtek) khusus Program keluarga Harapan (PKH) di Aula RSUD Kepulauan Meranti, Rabu (1/10/14).
Kata Masrul, setidaknya ada 5 komponen MDGs yang didukung melalui PKH yaitu, pengurangan penduduk miskin dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan gender, pengurangan angka kematian bayi dan balita, pengurangan ibu melahirkan.
"PKH bidang pendidikan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi peserta PKH. Kehadiran PKH diharapkan dapat merubah pola pikir peserta PKH untuk berperilaku positif dalam mengoptimalkan dan memanfaatkan fasilitas pendidikan," katanya.
Dikatakannya, dukungan serta peran aktif para tenaga pendidik dan pengelola instusi pendidikan sangat dibutuhkan. Dengan demikian secara bersama-sama semua pemangku kepentingan dapat mewujudkan tujuan mulia PKH.
Masrul juga menjelaskan, pada tahun 2014 Pemerintah Daerah (Pemda) sudah menyediakan shearing dana, karena mengingat program ini memberikan konstribusi positif bagi upaya penanggulangan kemiskinan di daerah sekaligus membuka kesempatan lapangan kerja.
"Melalui program ini, dibuka lowongan kerja untuk para sarjana dari daerah setempat untuk menjadi pendamping dan operator PKH dari kementerian sosial Republik Indonesia," kata orang nomor dua di Kepulauan Meranti ini.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Meranti, Drs Said Asmarudin, mengungkapkan komponen kesehatan PKH merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan taraf kesehatan PKH.
"Kehadiran PKH diharapkan akan merubah perilaku masyarakat menjadi lebih sadar pentingnya hidup sehat dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan itu sendiri," katanya.
Menurutnya, dukungan dan peran aktif para tenaga layanan kesehatan serta pengelola institusi kesehatan sangat dibutuhkan. Pedoman operasional ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan bagi pemberi pelayanan kesehatan.
"Oleh karena itu, kedua program tersebut saling memiliki keterkaitan signifikan untuk suksesnya PKH. Sejalan dengan ini diminta kepada peserta bimtek agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sesungguh- sungguhnya," kata Said.
Sedangkan Kementerian Sosial RI Jakarta bidang Tenaga Ahli UPPKH Pusat, Anto Roy saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa pihaknya optimis PKH ini akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan semua pihak terkait.
"Karena dengan pengalaman yang telah dijalani mulai dari tahun 2007 itu sangat meyakinkan. Meski di Meranti sendiri baru di tahun 2014 ini, namun kita tetap optimis karena kita menjalani program ini sudah sekitar 7 tahunan," ucapnya.
Hadir sebagai narasumber waktu itu narasumber dari Kementerian Sosial RI Jakarta, Tenaga Ahli UPPKH Pusat, Anto Roy, Asisten Tenaga Ahli Bidang Payment PKH, Rakhmat Rizal. Narasumber dari Dinas Sosial Provinsi, Sekretaris Dinas Provinsi Riau Drs. H Sartibi, dan Kasi PKH Dinas Sosial Provinsi Riau.***(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

