Pemko Dumai Kembangkan Ekonomi Kerakyatan
Sabtu, 14 Juni 2014 14:50 WIB
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai terus intens menjalankan program pengembangan sektor perkoperasian sebagai salah satu penggerak ekonomi berbasis kerakyatan yang melibatkan masyarakat untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
Pemko Dumai melalui Dinas Koperasi, UKM dan Pemberdayaan Masyarakat (Diskop/UKM/PM) terus aktif membina, mengawasi dan menghidupkan koperasi di tengah-tengah masyarakat.
Kepala Diskop/UKM/PM Dumai H Hendra Usman menilai pertumbuhan koperasi setiap tahun terus meningkat pesat, disebabkan makin antusiasnya kesadaran masyarakat dan pengurus dalam mendirikan suatu perhimpunan penggerak roda ekonomi yang berlandaskan kegotong-royongan.
Namun, disamping banyak pertumbuhan koperasi, tidak sedikit juga yang berada dalam keadaan mati suri alias tidak berbuat apa-apa untuk kemajuan organisasi dan anggota, dan terhadap ini Pemko terus mengusulkan pembubaran supaya tidak menjadi persoalan di belakang hari.
"Pertumbuhan koperasi meningkat pesat, namun banyak juga yang mati suri, dan ini tugas kita untuk mengawasi seluruh keberadaan koperasi tersebut agar pendiriannya benar-benar bermbanfaat bagi anggota," kata Hendra beberapa waktu lalu.
Dinas Koperasi akan lebih fokus untuk melakukan pembinaan berkelanjutan, untuk mewujudkan koperasi berkualitas sebagai ujung tombak ekonomi pembangunan
Pada 2013, sebut Hendra, aset perkoperasian di Dumai mencatat total sebanyak Rp81.741.020.462, dan pencapaian aset ini mengalami peningkatan dibanding dua tahun terakhir, yaitu 2012 Rp71.070.476.545 dan pada 2011 sebesar Rp67.416.110.727.
"Meningkatnya jumlah aset setiap tahun didasarkan dari pertumbuhan koperasi dan pergerakan usaha yang dijalankan dengan volume usaha mencapai Rp43.252.715.346 pada 2013," jelasnya.
Selain itu, masih pada 2013 telah terbentuk 15 unit koperasi baru dengan total kegiatan koperasi dijalankan oleh 908 pengurus, 354 karyawan dan anggota mencapai 18.535 jiwa.
Disamping pertumbuhan koperasi, pemerintah daerah pada 2013 juga telah membubarkan 105 unit koperasi karena tidak rutin melaporkan rapat anggota tahunan (RAT) serta kedudukan yang tidak jelas dan tidak menggerakkan unit usaha.
Koperasi aktif saat ini berjumlah 192 unit dan mengalami peningkatan dibanding 2012 sebanyak 179 unit. Sedangkan pada 2011 koperasi aktif 246 dan pada 2010 sebanyak 270 dan 2009 silam sebanyak 272 koperasi, terangnya.
Selanjutnya, sejumlah unit koperasi Dumai juga dinilai berprestasi dan sukses meraih penghargaan tingkat nasional pada 2013 yaitu Primer Koperasi Kartika 0303 Dumai. Sedangkan untuk penghargaan koperasi berprestasi tingkat Propinsi Riau pada 2013 diraih Koperasi PT Sarana Agro Nusantara Unit Dumai.
Penghargaan koperasi berprestasi tingkat nasional dan propinsi ini diraih berkat keberhasilan pengurus dan anggota dalam mengelola koperasi hingga menghasilkan aset dan pertumbuhan usaha serta meningkatkan perekonomian masyarakat, ungkap Hendra.
Pemkot Dumai tiap tahunnya juga memberikan penghargaan kepada koperasi berprestasi, yaitu 20 koperasi pada 2011, 20 koperasi pada 2012 dan 5 koperasi pada 2013. Selain itu, kecamatan yang paling banyak terbentuk koperasi ialah Kecamatan Dumai Timur dengan 61 koperasi di 2013, ujarnya.
Sementara, perkembangan perkoperasian pada 2014 ini, sedikitnya sudah ada 200 lebih koperasi yang terdaftar. Koperasi itu berdiri di bawah naungan lembaga, perusahaan dan organisasi masyarakat di kota
Dumai.
Dari data ini setidaknya 75 persen koperasi sudah berjalan aktif dan berkontribusi untuk seluruh anggota sebagaimana meskinya berdiri suatu koperasi yang bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya dan masyarakat umum.
Sebagai fungsi utama keberadaaan koperasi untuk meningkatkan kesejahtreaan anggota yang berazaskan dari anggota untuk anggota dan ini sudah banyak diterapkan koperasi-koperasi di kota Dumai.
"Berbagai lembaga dan lapisan masyarakat juga sudah peka dengan koperasi, seperti lembaga kepolisian, TNI, pegawai negeri, guru dan organisasi masyarakat yang juga sudah membuka mata dengan dampak dan manfaat hidup dengan berkoperasi," terang Hendra lagi.
Menurutnya, setiap tahun koperasi wajib melakukan rapat anggota guna mendengarkan keterangan pengurus dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban koperasi selama satu tahun silam serta menjadi evaluasi untuk meingkatkan koperasi itu sendiri.
"Saat ini sejumlah perbankan di kota Dumai telah memberanikan diri untuk sama-sama mendukung program koperasi, baik untuk lembaga dan organisasi masyarakat," katanya.
Seperti bank BRI, bank Syariah Mandiri, bank BNI dan perusahaan Swamitra yang bekerjasama dengan bank Bukopin juga siap membantu UKM di kota Dumai dengan program koperasi.
"Ini menunjukkan bahwa koperasi di Kota Dumai berkembang dengan baik dan pesat hingga membuat dunia perbankan saling berlomba-lomba untuk menjadi bapak asuh dalam menyediakan modal kepada koperasi," demikian Hendra.
Walikota Dumai H Khairul Anwar mengajak masyarakat Kota Dumai memperkuat koperasi yang lebih mandiri. Itu demi kemakmuran bersama, dengan tekad kuat dan kerja keras.
Sebab, koperasi bersama usaha mikro kecil dan menengah sejauh ini sudah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat. "Mari kita perkuat koperasi dengan kemandirian untuk kemakmuran bersama," ungkap Walikota.
Dia menegaskan, koperasi sebagai organisasi usaha terbukti mampu bertahan di masa krisis ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu dapat membuka lapangan pekerjaaan dan menurunkan tingkat kemiskinan serta memajukan kemakmuran rakyat.
Dia berharap kepada stakeholder terkait untuk lebih meningkatkan pembinaan, pengawasan terhadap koperasi yang ada. Pembinaan yang intensif menjadikan koperasi tumbuh, kuat, besar, dan mandiri, memiliki sumber daya manusia yang menguasai teknologi tinggi dan berkualitas.
"Tingkatkan pembinaan dan pengembangan perkoperasian Dumai dengan jiwa, semangat, prinsip dan nilai-nilai koperasi. Kemudian kembangkan terus sinergi dan kerjasama antar koperasi denga badan usaha lainnya yang akan memberi dukungan dan fasilitas dalam permodalan," terangnya.***(adv/hum/din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

