Pemprov Riau Targetkan Serapan Anggaran Tembus 90 Persen
Kamis, 04 September 2014 09:47 WIB
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menargetkan serapan anggaran pada tahun 2014 sekitar 90 persen agar bisa memperoleh sisa anggaran untuk menutup defisit rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2015 yang sedang diajukan ke DPRD.
"Serapan ditargetkan 90 persen dengan melakukan rasionalisasi anggaran. Kita punya prioritas pembangunan jangka panjang yang menyentuh masyarakat, makanya terjadi SILPA," kata Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman setelah menyampaikan nota keuangan RAPBD 2015 ke DPRD Riau di Pekanbaru, Rabu (3/9).
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Riau mengajukan RAPBD 2015 sebesar Rp10,718 triliun yang terdiri dari total pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp8,718 triliun dan belanja daerah mencapai Rp10,718 triliun.
Dengan demikian, lanjutnya, dalam rancangan itu akan terdapat defisit belanja daerah sebesar Rp2 triliun yang diharapkan akan dapat ditutupi dari sisa lebih penghitungan anggaran tahun 2014. Total APBD tahun 2014 sendiri berjumlah Rp8,8 triliun yang juga di dalamnya ada sisa lebih anggraan tahun 2013 sebesar Rp1,4 triliun.
"SILPA itu biasa, yang penting tujuan pembangunan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah tercapai," ujarnya.
Ketua DPRD Riau, M Joghar Firdaus mengatakan, pembahasan di dewan cukup alot sehingga selama dua minggu sebelum disampaikan nota keuangan. Hal itu menyebabkan tenaga "terforsir" hanya untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) saja.
"Tapi alotnya pembahasan KUA-PPAS akan memudahkan pembahasan RAPBD. Yang membuat alot memang mereka (pemprov) berani mematok sisa anggaran Rp2 triliun," ungkapnya.
Dia mengatakan konsekuensinya jika silpa besar ditakutkan tidak terjangkau nanti realisasinya di APBDP 2015. Akan tetapi, setelah dijelaskan argumentasi dari mana sumber silpa, DPRD akhirnya bisa menerima.
Disampaikannya, sisa lebih anggaran itu diperoleh dari realisasi fisik yang hanya beberapa persen dan berkemunkinan banyak tidak bisa selesai. Oleh karena itulah makanya bisa diperkirakan berapa silpa untuk menutup defisit APBD 2015.
"Secara umum silpa berasal dari penghematan, kegiatan yang belum terlaksana dan pendapatan yang melebihi target," ulasnya.***(mcr-adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

