• Home
  • Sosial
  • Penjabat Wako Dumai Resmikan Buku Masakan Melayu Tradisional

Penjabat Wako Dumai Resmikan Buku Masakan Melayu Tradisional

Selasa, 01 Desember 2015 19:21 WIB
DUMAI - Guna melestarikan masakan tradisional melayu khas Kota Dumai, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai melalui Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak meluncurkan atau menerbitkan Buku Masakan Melayu Tradisional dan Pengolahan Panganan Khas Kota Dumai.

Peluncuran buku resep-resep masakan makanan dan minuman tradisional melayu khas Kota Dumai tersebut dihadiri dan disahkan langsung oleh PJ Walikota Dumai, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Forkopimda, Dandim, Kapolres, Kajari, Danlanal, Dansatradar, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama Kota Dumai, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, BKBPPPA, Organisasi Wanita, Guru Bidang Muatan Lokal se-Kota Dumai serta tamu undangan lainnya.

Dikatakan Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak LAMR Kota Dumai Syarifah Rafida Mustafa,SE, budaya melayu merupakan budaya yang sudah dikenal sejak zaman dahulu kala dengan keunikan adat istiadat dan makanan serta minuman khas adat melayu yang penuh cita rasa.

"Maka dari itu, makanan dan minuman tradisional khas melayu selalu disukai oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai ragam suku lainnya. Hal tersebut karena olahan makanan dan minuman tradisonal khas melayu adalah makanan dengan gizi yang tinggi, menggunakan bahan baku yang mudah didapat, dan memiliki cita rasa yang khas nan sedap," katanya Syarifah Rafida Mustafa saat peluncuran Buku, di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Selasa (1/12/15).

Untuk itu, lanjut Rafida, diluncurkan Buku Masakan Melayu Tradisional dan Pengolahan Panganan Khas Kota Dumai ialah bertujuan agar dapat dijadikan pedoman bagi masyarakat Kota Dumai khususnya masyarakat melayu, serta untuk dijadikan sebagai inspirasi guna mengembangkan dan mengkreasikan panganan khas melayu.

"Makanan tradisional khas melayu Kota Dumai ini dinilai sangat perlu dikembangkan dan dilestarikan, pasalnya dizaman yang kian modern saat ini makanan tradisional dihadapkan dengan persaingan kian menjamurnya makanan siap ataupun cepat saji yang tak kalah digandrungi oleh kaum pemuda pemudi hingga orang dewasa. Sehingga kami sangat berharap semoga buku masakan ini dapat bermanfaat, khususnya teruntuk generasi muda guna mempertahankan dan mengembangkan kelestarian makanan dan minuman tradisional khas melayu Kota Dumai," pungkas Rafida.

Diinformasikannya, peluncuran buku yang merupakan kerjasama dengan Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Dumai, Dewan Ranting Ikaboga Kota Dumai, Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kota Dumai dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai khususnya Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berisi tentang resep-resep makanan khas melayu seperti sepinggan, kue kering dan kue basah. 

Dimana didalam buku terdapat 53 (lima puluh tiga) resep makanan dan miniman dengan penyajian resep yang lebih sistematis dilengkapi dengan setiap lembaran yang penuh warna dan bergambar.

Sementara PJ Walikota Dumai H.Arlizman Agus menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya peluncuran salah satu karya LAMR khususnya Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan bekerjasama dengan beberapa Dinas terkait lainnya. 

"Buku ini perlu disambut baik dan buku ini harus kita sosialisasikan sebagai wujud kepedulian bersama melestarikan makanan tradisional khas melayu Kota Dumai," kata PJ Walikota.

Mudah-mudahan, lanjut PJ, dengan kerjasama yang baik kedepannya tak hanya buku resep namun LAMR melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Organisasi Wanita Kota Dumai lainmya mampu membuka gerai-gerai masakan khas melayu Kota Dumai. 

"Kalau bisa masakan ini memiliki hak patennya tersendiri, atau minimal mari kita daftarkan makanan tradisonal khas melayu Kota Dumai ini untuk memiliki hak paten. Sementara untuk Buku Masakan Melayu Tradisional dan Pengolahan Panganan Khas Kota Dumai hendaknya kita letakkan di Perpustakaan Provinai dan Daerah sehingga orang bisa membaca, mengenal dan mengetahui serta melestarikam masakan melayu Kota Dumai," harapnya.

Terakhir diharapkan PJ, agar gerai masakan khas melayu Kota Dumai dapat segera terwujud. Karena sebentar lagi Indonesia tak terkecuali Kota Dumai akan menghadapi Masyarakat Economic Asean (MEA) dan tentunya Kota Dumai pasti akan menjadi salah satu tujuan MEA. 

"Jalan Janur Kuning yang awalnya memang hendak diperuntukkan kuliner mungkin bisa kita manfaatkan dan kembangkan bersama disana, supaya kita bisa melestarikan dan memasyaratkan masakan ini terutama membuka lapangan pekerjaan khususnya bagi kaum wanita yang dianggap lebih handal dalam persoalan ini," tutupnya.

(adv/hum/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar