Perpustakaan Megah di Riau Punya Debt Collector
Rabu, 25 September 2013 14:33 WIB
PEKANBARU, RIAUHEADLINE.COM– Perpustakaan Soeman HS yang berada di Kota Pekanbaru bisa jadi merupakan salah satu perpustakaan termegah di Indonesia. Dengan gedung tujuh lantai, dilengkapi aneka fasilitas modern tentu saja membuat pengunjung betah memanfaatkan ribuan koleksi buku di tempat ini.
Namun bukan berarti perpustakaan tersebut tanpa masalah. Setidaknya 3.000 buku lesap setiap tahun yang akhirnya mendorong pengelola untuk menyewa jasa debt collector guna menagih para peminjam.
“Ada sekitar 14 orang debt collector yang kami sewa untuk mengantisipasi dan menyelesaikan masalah penggelapan buku,” sebut Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Riau Chairul Riski di Pekanbaru, Selasa (24/9/2013) kemarin.
Sangat disayangkan, aneka koleksi terbaru maupun seri-seri langka dari berbagai bidang disiplin ilmu dipinjam tanpa pernah dikembalikan. Hal ini tentu saja sangat merugikan masyarakat mengingat keberadaan perpustakaan lengkap dengan koleksinya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat banyak.
“Setidaknya seribu buku sudah dikembalikan dan kembali dipajang di perpustakaan sejak kami menggunakan jasa debt collector, lanjut dia.
Tapi jangan berprasangka buruk dulu. Sistem penagihan buku yang diterapkan sangat jauh dari unsur-unsur kekerasan. Dalam hal ini, petugas akan menghubungi si peminjam dan menjelaskan betapa bergunanya buku bagi orang lain.
Atau jika perlu petugas akan mendatangi alamat peminjam guna melakukan pendekatan persuasif. Hal ini menurut Riski, sanggup meminimalkan dampak penggelapan buku tanpa menimbulkan masalah lain.
Perpustakaan Soeman HS merupakan salah satu landmark Provinsi Riau. Terletak di pusat pemerintahan, bangunan modern dan megah itu menjadi lokasi favorit para pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk menimba ilmu dan memperkaya wawasan. Lokasinya yang mudah dijangkau membuat fasilitas ini layak menjadi kebanggaan warga Negeri Lancang Kuning, Provinsi Riau.***(pkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

