• Home
  • Sosial
  • Presiden SBY tak Percaya Penjelasan Warga Soal Karhutla Riau

Presiden SBY tak Percaya Penjelasan Warga Soal Karhutla Riau

Minggu, 16 Maret 2014 14:42 WIB
MINAS - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan dengan seratusan warga dari sejumlah daerah di Riau di halaman SDN 10 Minas, Kabupaten Siak , Ahad (16/3/14).

Mereka dikumpulkan untuk diminta penjelasannya terkait penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Saya minta masyarakat tidak usah takut untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya yang terjadi, sehingga kebakaran lahan di Riau bisa separah ini," kata Presiden kepada rakyatnya. 

Seorang warga bernama Syahrizal dari Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar kemudian diberi kesempatan mengungkapkan penyebab kebakaran lahan di daerahnya. Menurutnya, kebakaran lahan lebih dikarenakan faktor alam. 

"Jadi lahan gambut di daerah kami sangat kering karena kemarau yang sangat panjang. Dalam kondisi seperti itu, satu putung rokok saja bisa menyebabkan kebakaran, Pak Presiden," tuturnya. 

Namun penjelasan Syahrizal tak memuaskan kepala negara. Ia kembali mengingatkan warga untuk tak takut mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. 

Menurut Presiden SBY, lahan gambut tidak hanya ada di Riau, tetapi juga ada di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimatan dan sejumlah daerah lain di Indonesia. 

"Tapi mengapa di Riau selalu berbeda dengan daerah lain. Kondisi kebakaran lahannya selalu parah? Karena itu, saya ingin mendapat penjelasan yang jujur dari masyarakat. Jangan takut. Kalau tak mendapatkan penjelasan di sini, saya akan mencari di daerah lain," tukas presiden. 

Kemudian Aprizal,warga Siak Hulu, Kabupaten Kampar member penjelasan, bahwa menurutnya kebakaran lahan memang tidak sekedar karena faktor alam, tetapi ada pihak-pihak yang sengaja membakarnya untuk maksud-maksud tertentu. 

Aprizal lantas mengungkapkan contoh kebakaran lahan di daerahnya. Meskipun hanya berjarak 20 kilomter dari Pekanbaru, namun kebakaran yang terjadi terkesan dibiarkan tanpa ada upaya pemadaman yang serius dari pemerintah. 

Penjelasan Aprizal tersebut cukup memuaskan presiden. Kepala negara kemudian menukas, bahwa ironis ada kebakaran lahan dengan lokasi tak jauh dari Pekanbaru, tetapi tak bisa dipadamkan.

"Kalau saya merasa malu. Ada kebakaran lahan yang jaraknya hanya duapuluh kilometer dari ibukota provinsi tapi tak terpadamkan," sindir presiden. Dalam pertemuan tersebut ada Mekokesra Agung Laksono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubernur Riau Annas Maamun, Bupati Siak Syamsuar dan sejumlah pejabat lainnya.

Kemudian kepala negara mengatakan, bahwa dirinya sebenarnya juga sudah menerima laporan adanya unsur kesengajaan dari kebakaran hutan dan lahan di Riau. 

"Ada pihak-pihak yang memegang izin pengelolaan kawasan hutan, kemudian menyuruh masyarakat membakar lahan untuk membuka area baru. 
Ini sangat merugikan dan masyarakat yang dirugikan," tegas presiden.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar