SBY Tak Mau Warisi Kabut Asap Kepada Presiden Baru Indonesi
Senin, 17 Maret 2014 16:22 WIB
PEKANBARU - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat dan kepala daerah serta pejabat di Riau, agar bertindak cepat dalam melakukan penertiban kawasan dan pencegahan kabut asap di masa mendatang.
Pada April hingga September 2014, dampak kabut asap harus segera terselesaikan.
"Saya akan mengakhiri tugas saya 20 Oktober. Saya ingin sebisa mungkin melakukan pekerjaan ini, agar dampak kabut asap tidak membebani jabatan presiden baru dan kepemimpinannya kelak," ujar SBY dalam pidatonya di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (17/3/14).
Selama tiga hari berkunjung ke Riau, SBY berkesimpulan ada 3 hal penting yang harus ditindak dan ditangani secepatnya. Tiga hal itu adalah, pertama, kepala daerah harus melakukan penertiban terhadap perkebunan ilegal yang tidak mendapatkan izin.
Kedua, kegiatan illegal logging ada di tempat perkebunan yang tidak sah. Dan ketiga, daerah harus memiliki sistem dan protap serta tindakan dini bila ada kebakaran hutan.
"Dan saya minta berikan perlindungan kepada masyarakat. Karena saat ini, banyak masyarakat yang menderita karena menjadi korban," katanya.
SBY juga mendapat keluhan ada lahan warga ikut terbakar. "Kita harus melindungi mereka, harus memastikan dan memberikan peralatan kepada mereka dalam penanganan dampak kebakaran. Dan saya minta juga kepada penduduk untuk menghilangkan budaya membakar," ujarnya.
SBY juga meminta kepada perusahaan di Riau agar ikut memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu memadamkan api dan bantuan kemanusiaan terhadap penduduk.
"Pemerintah pusat dan daerah nantinya juga akan mengalokasikan pemadaman api sebagai sarana untuk memadamkan asap dan pencegahan asap di masa mendatang," katanya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

