Sekda Kampar Buka Lomba Cipta Menu Beragam B2SA
Senin, 16 Juni 2014 17:33 WIB
BANGKINANG - Mencermati penurunan kualitas gizi mayarakat yang diakibatkan krisis ekonomi yang berkepanjangan serta lemahnya program pendidikan gizi dan pangan bagi masyarakat, maka kondisi ini telah mengubah pola konsumsi mayarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Zulfan Hamid saat membuka acara Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Berimbang dan Aman (B2SA) Berbasisi Sumber Daya Lokal Tingkat Kabupaten Tahun 2014 di Aula Makodim 0131 KPR Bangkinang Senin (16/6/14).
Lebih lanjut Zulfan menjelaskan dimana berbagai pangan lokal seperti jagung, umbi-umbian, sagu dan sebagainya dianggap sebagai bahan inferior serta pola konsumsi pangan masyarakat dominasi beras dan terigu.
Kita menyadari nahwa tidak satupun bahan pangan yang mengandung gizi lengka, semakin tinggi keragaman yang mengandung gizi lengka, semakin tinggi keragaman keragaman pangan yang dikonsumsi, semakin tinggi pula asupan gizinya, sebaliknya konsumsi pangan tidak beragam dapat menurunkan mutu konsumsi sehingga akan berdampak kepala kualitas sumber daya manusia.
Zulfan menilai hingga saat ini belum ada gerakan diverifikasi konsumsi pangan secara menyeluruh dan berkesinambungan bagi masyarakat yang baik secara vertikal maupun harizontal, oleh karena itu kedepan kita akan coba menyusun program dan gerakan untuk menunjang deversifikasi pangan dalam rangka pemenuhan konsumsi dan gizi masyarakat.
Dengan demikian pada lomba cipta menu ini Zulfan Hamid berharap agar nantinya menu-menu yang dilombakan ini jangan hendaknya sekedar latihan untuk lomba saja, tetapi bagaimana nantinya menu-menu yang ditampilkan ini bisa dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat .
Hj Eva Yuliana, selaku ketua TP-PKK Kabupaten Kampar dalam sambutannya menyamaikan bahwa kegiatan Lomba Cita Meni (B2SA) merupakan kegiatan yang sangat baik, sebab apabila kita mampu untuk mengelolah bahan lokal yang begitu banyak barang nantinya pasti kita bisa dikenal sebagai daerah kuliner lokal.
Sebab sejauh ini kita kurang mempedulikan khas makanan lokal kita, padahal makanan lokal kita memiliki beragam macam dan gizi yang bisa dikonsumsi tampa adanya bahan-bahan pengawet yang bagus dikonsumsi setiap hari.
Sejauh ini dengan kurangnya minat para ibu-ibu dalam mengolah makanan lokal, maka para anak-anak kita lebih cendrung untuk membeli dan mengkonsumsi makanan dari luar. Sebab makanan dari luar saat ini begitu banyak jenis dan rasa yang bahannya kita tidak tau dari mana dan bagaimana.
Oleh sebab dengan adanya perlombahan lomba cipta menu lokal mudah-mudahan minat kita untuk membuat dan minat para anak-anak untuk lebih memilih menu lokal kita yang bahannya alami.
Begitu juga dalam setiap lomba cita menu alangkah baiknya kita mengundng setiap organisasi bukan organisasi PKK di setia kecamatan saja, Karena di Kampar sangat bnyak sekali organisasi yang bisa ikut menampilkan jenis makanan lokalnya masing-masing.
Dimana tujuan dari pelaksanaan lomba cipta menu B2SA adalah untuk meningkatkan pepgetahuan masyarakat serta mendorong dan kreatipitas masyarakat dalam menciptakan makanan B2SA,, mencitakan jenis makanan di tengah-tengah masyarakat.
Nantinya juga kita tidak lagi untuk mencari orang-orang yang bisa diandalkan untuk membuat suatu menu dalam suatu kegiatan dan orang-orang yang akan dijadikan wakil Kampar untuk berlomba Cipta Menu tingkat Provinsi bahkan tigkat Nasional nantinya.
Kemudian dalam peninalain nantinya kepada juro diharapkan jagan ada kecurangan, nilailah apa adanya agar jagan sampai para peserta ada yang kecewa terhadap tim penilai, nilailah bagaiamana letak Garis, Menunya Cita Rasanya, Bagaimana dengan Gizii menunya serta perataan Mejanya.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

