• Home
  • Sosial
  • Senin, Lintas Masyarakat Bengkalis Temui Gubri

Terkait APBD 2014 Tak Jelas

Senin, Lintas Masyarakat Bengkalis Temui Gubri

Kamis, 27 Maret 2014 15:40 WIB

BENGKALIS - Kisruh APBD Bengkalis 2014 membuat semua kalangan ikut angkat bicara. Buktinya, kalau tidak ada halangan, Senin (31/3/14) mendatang organisasi lintas masyarakat Kabupaten Bengkalis akan menemui Gubernur Riau Annas Maamun di Pekanbaru.

Adapun kunjungan lintas masyarakat Bengkalis ini meminta kejelasan langsung dari Gubenur Riau soal APBD Kabupaten Bengkalis yang hingga saat ini tidak jelas juntrungnya.

Apa yang dilakukan ini, mengingat APBD sangat berpengaruh dalam pembangunan di Negeri Junjungan. Imbasnya juga sudah jelas, masyarakat yang menjadi tumbalnya.

Sedangkan  masyarakat bengkalis umumnya tergantung dari APBD kabupaten Bengkalis. Jika ini terus di ulur-ulur sepertinya akan lebih memprihatinkan lagi kondisi kabupaten bengkalis nantinya. 

Padahal alokasi APBD bengkalis pertahun sangat besar tentu untuk merealisasi proses pelaksanaan anggaran ini tentu tidak bisa dengan jangka waktu yang pendek.

"Sedang ini sudah masuk akhir penghujung bulan ketiga. Artinya sisa waktu masih ada 9 bulan lagi untuk menggunakan uang rakyat. Apa mungkin pembangunan bisa terlaksana dengan baik," kata Pasla saat ditemui riauheadlinecom, Kamis (27/3/14).

Sebelum bertandang menemui Gubernur Riau Annas Maamun, kata dia, oranisasi lintas masyarakat yang beranggotakan 15 orang sudah melakukan rapat koordinasi guna memabahas langkah menemui Gubri.

"Langkah ini kami ambil karena kami sebagai putra  kabupaten bengkalis tidak mau tinggal diam atas keterlambatan pengesahan APBD kabupaten Bengkalis tahun 2014. Dan kita tidak mempermasalahkan. mau dilakukan ketuk palu atau pun Perkada," ungkapnya.

Disampaikan Pasla, untuk diketahui dampak atas keterlambatan pengesahan APBD bengkalis membuat beberapa apsek menjadi terkendala.seperti pembangunan, pendidikan, infrastruktur dan lain-lain.

"Dan kita juga meminta dari pihak 2 lembaga pemerintahan bengkalis  untuk mengkoreksi kinerja mereka. Karna adanya permintaan yang tidak terakomudir maka masyarakat menjadi korbannya," pungkasnya.***(Sabri)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar