Serangan DBD Ancam Masyarakat Kepulauan Meranti
Minggu, 24 November 2013 17:37 WIB
SELATPANJANG - Serangan Demam Berdaerah (DBD) kembali mengancam masyarakat di berbagai pelosok pedesaan di Kabupeten Kepulauan Meranti. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, 22 Nopember 2013 sampai ahir Oktober 2013 terjadi 26 kasus.
Dari 26 kasus serangan demam berdarah tersebut, diantaranya terjadi di Kecamtan Tebing Tinggi 6 kasus, Kecamatan Tebing Tinggi Barat 2 kasus, Kecamatan Rangsang Barat 3 kasus, Kecamtan Rangsang 1 kasus, Kecamatan Merbau 1 kasus dan Kecamatan Pulau Merbau 13 kasus.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Irwan Suandi melalui Kabid Penanggulangan Penyakit menular, Ria mengatakan seluruh kasus serangan demam berdarah tersebut sudah ditangani oleh tim medis sesuai dengan prosudur. Dari 26 kasus serangan demam berdarah tersebut, tidak ada yang gagal ditangani dan sebagaian sudah sembuh.
"Alhamdulillah, semua kasus serangan demam berdaerah sudah ditangani sesuai dengan prosudur. Tidak ada yang meninggal atau gagal ditangani. Sebagian korban serangan demam berdarah sudah sehat dan kembali ke rumah. Dan memang masih ada yang masih dalam rawatan, namun kondisinya sudah terkendali ditangani tim medis," ungkap Ria, kemarin.
Dikataknnya, bahwa demam berdarah memang menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang masayarakat di beragai pelosok daerah di Meranti. Dari berbagai kasus serangan demam berdarah yang terjadi, pada umumnya ditemukan pada saat curah hujan tinggi.
Cuaca lembab dengan kondisi sanitasi yang kurang baik, memicu berkembang biaknya vector penyebab serangan demam berdarah. Diawali dengan gigitan nyamuk anopheles betina sebagai vector penyebab berjangkitnya demam berdarah, akan menimbulkan terjadinya gejala demam pada korban.
Situasi ini kemudian terus meningkat, dengan ditandai kondisi panas tinggi pada korbab. Secara teknis, serangan demam berdarah ini bisa dihindari bila masyarkata mampu meminimalisir berkambang biaknya vector penyebab serangan demam berdarah.
"Kita bersyukur, masyarakat semakin cerdas. Dari 26 kasus seranga demam berdarah yang terjadi ini, semua mampu secara cepat ditangani tim medis. Ini berkat sikap cepat tanggap masyarakat untuk segera membawa korban serangan demam berdarah ke dokter ataupun ke Puskesmas terdekat.Dengan upaya ini, tidak ada korban demam berdarah yang akut dan gagal di tangani," beber Ria.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan demam berdarah labih lanjut, Ria pihaknya meminta agar semua pihak mau berkerja sama. Artinya, bila menemukan warga yang demam adanya gejala-gejala serangan demam berdarah untuk segera melapor ke kader Kesehatan (Posyandu), bidan desa ataupun membawa langsung ke Polindes.
Penanganan yang segera akan sangat menentukan bagi tim medis dalam mengambil tindakan medis. Terlambat, bisa menyebabkan upaya penanganan medis semakin panjang, bahkan tidak tertutup kemungkian bisa menyebabkan kematian. (Sawal/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

