Bupati Meranti Lobi MenPAN
Pulau Terluar Butuh SDM PNS yang Andal
Minggu, 24 November 2013 17:31 WIB
JAKARTA – Kesempatan membuka penerimaan CPNS tahun 2013 dimanfaatkan dengan maksimal oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan M.Si untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) pegawai negeri sipil yang andal.
Bupati pun membawa tim yang berasal dari pejabat Pemkab dan DPRD Kepulauan Meranti untuk melobi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN dan RB) Azwar Abubakar di Jakarta, Jumat (22/11).
“Kepulauan Meranti merupakan daerah pemekaran baru dan memiliki pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Kondisi pulau-pulau ini masih jauh tertinggal, begitu juga dengan ibukota kabupaten. Untuk itulah Kepulauan Meranti sangat membutuhkan
SDM PNS yang andal dan berkualitas serta memiliki komitmen tinggi dalam bertugas,” ungkap Bupati kepada Men-PAN.
Sebelumnya, dengan gaya bahasa yang santun Bupati Irwan mengucapkan terima kasih kepada Menteri yang telah memberi kuota penerimaan CPNS tahun 2013 kepada Kabupaten Kepulauan Meranti. Saat ini proses penerimaan CPNS tersebut sedang dalam tahap pemeriksaan lembar jawaban oleh Kementerian PAN dan RB di Jakarta. Adapun tahun ini Kepulauan Meranti mendapatkan kuota 395 lowongan CPNS. Perinciannya, tenaga guru 59 orang, tenaga kesehatan 80 orang, dan tenaga teknis lainnya 256 orang.
Dalam kesempatan itu Bupati juga mengharapkan Kementerian PAN memprioritaskan pelamar yang putra asli daerah Kepulauan Meranti. Hal ini buka didasari semangat kedaerahan tetapi pengalaman mengenai komitmen bertugas PNS yang putra daerah dan non putra daerah.
“Dalam beberapa tahun ini kami menghadapi fenomena banyak PNS yang non putra daerah minta pindah tugas, setelah menerima SK PNS seratus persen. Ini jelas merugikan daerah karena dulu kita membuka lowongan CPNS itu untuk mengisi kekosongan pegawai di daerah ini dan mengeluarkan biaya untuk melakukan rekrutmen pegawai,” tegas Irwan.
Kadangkala berbagai cara dilakukan dan alasan disampaikan meski pun Pemkab Kepulauan Meranti menolak permohonan pindah tugas tersebut. Akhirnya karena tidak ada ketentuan ketat yang mengatur soal pindah tugasnya PNS, mereka pun dengan mudah bisa pindah ke
daerah lain.
“Motivasi lain yang mendorong mereka pindah adalah insentif yang terlalu tinggi di daerah lain terutama di Pemerintah Provinsi. Akibatnya, PNS di tingkat provinsi menjadi lebih gemuk kendati wilayah dan tugasnya tidak terlalu luas. Sementara kabupaten/kota yang
memiliki wilayah dan ruang tugas sangat luas menghadapi fenomena kekurangan pegawai,” tegas Irwan.
Fenomena demikian sangat kecil terjadi bila PNS bersangkutan putra daerah. Mau tidak mau putra daerah tentu memiliki komitmen dan integritas bertugas yang lebih tinggi di daerah sendiri. Terlebih lagi bila mereka menyadari daerahnya jauh tertinggal dibandingkan daerah lainnya.
Bupati mengharapkan dengan penerimaan CPNS yang berkualitas maka diharapkan dapat menghasilkan pegawai yang andal dan berkomitmen tinggi dalam membangun Kepulauan Meranti, terutama daerah terluar. Menurutnya, peran PNS sangat menentukan dalam
mempelopori dan melaksanakan pembangunan di daerah terutama di Pulau-pulau terluar.
Di Kepulauan Meranti terdapat empat kecamatan yang berada di Pulau terluar yakni Kecamatan Rangsang, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kecamatan Rangsang Barat, dan Kecamatan Pulau Terluar. Empat kecamatan ini memiliki jumlah penduduk miskin terbanyak dari total sembilann kecamatan di Kepulauan Meranti. Selain itu pulau terluar ini terancam abrasi pantai yang mencapai rata-rata delapan meter per tahun.
Minta Honorer K2 Diluluskan Semua
Yang paling menarik dari kunjungan Bupati ke Menteri tentu saja permintaan Bupati agar Honorer Kategori Dua (K2) diluluskan semuanya dalam tes yang dilaksanakan bersamaan dengan penerimaan CPNS lalu. Menurut Bupati, honorer K2 ini telah lama bertugas dan tenaga mereka sangat dibutuhkan.
“Kebanyakan honorer K2 itu adalah tenaga guru dan paramedik atau perawat yang bertugas di pulau-pulau terluar. Bila banyak dari mereka tidak lulus, tentu akan menurunkan semangat kerja mereka sehingga mengakibatkan turunnya kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat,” tegas Irwan.
Atas dasar itu Irwan berharap Menteri PAN dan RB mempriortaskan honorer K2 Kepulauan Meranti ini diluluskan dari total kuota penerimaan CPNS lewat jalur honorer K2 tahun ini. Bila prioritas putra daerah dan kelulusan honorer K2 ini diakomodir dengan baik oleh Menteri, Irwan yakin Kepulauan Meranti tidak akan perlu setiap tahun meminta kuota penerimaan CPNS ke Menteri PAN dan RB.
Permintaan Bupati pun sangat dimaklumi oleh Menteri PAN dan RB. Dia pun berjanji akan segera mengeluarkan aturan terkait pindah tugas PNS. Tentu saja, harus masa bakti sekian lama baru CPNS tersebut bisa mengajukan permohonan pindah.
“Kita akan segera terbitkan aturan terkait masa pindah tugas PNS. Sedangkan tentang putra daerah kita tentu sangat memaklumi namun kita tetap perlu menjunjung tinggi sikap fairness dalam penerimaan CPNS ini,” tegas dia. (hms)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

