• Home
  • Sosial
  • Syamsuar-Edy Natar Tak Hadiri Ekspos Dua Tahun Capaian Kinerja Pimpin Riau

Syamsuar-Edy Natar Tak Hadiri Ekspos Dua Tahun Capaian Kinerja Pimpin Riau

Riauterkini.com Jumat, 19 Februari 2021 20:09 WIB
PEKANBARU - Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau beberkan capaian program kerja dua tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar-Edy Afrizal Natar Nasution, di Gedung Daerah Jumat (19/2/21).

Sayangnya, dua orang berstatus nomor satu dan dua di Riau ini justru tak hadir dalam ekspos tersebut. 

Kadiskominfotik Riau Chairul Riski, mengatakan, ketidakhadiran Syamsuar-Edy karena ada beberapa kegiatan yang dihadiri diwaktu bersamaan. Diantaranya menerima kunjungan dari Kajati Riau yang baru saja bertugas di Riau.

"Siang ini kebetulan diwaktu bersamaan menerima tamu, termasuk ada juga dari pak Kajati Riau," kata Riski.

Selain Plh Sekdaprov, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir diantaranya, Kepala Bappeda dan Litbang Emri Juli Harnis, Kepala Bapenda Riau Herman, Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, Kadisbun Riau Zulfadli, Kepala BPKAD Riau Indra.

Ada pun sejumlah capaian program kerja yang yang disampaikan Plh Sekdaprov kurun waktu dua tahun kepemimpinan Syamsuar-Edy, diantaranya berkaitan dengan infrastruktur. 

Meski belum optimal, karena adanya persoalan pendanaan akibat pandemi Covid-19. Secara garis besar ada 10 pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan.

"Pertama, pembangunan, pemeliharaan dan peningkatan jalan menuju pusat pertumbuhan ekonomi. Telah dilaksanakan peningkatan jalan tahun 2019 sepanjang 57,25 kilometer dengan alokasi anggaran Rp581,54 miliar dan tahun 2020 sepanjang 51.63 kilometer dengan anggaran Rp485,06 miliar," papar Masrul.

Kedua, pembangunan dan pemeliharan jembatan sebanyak 12 unit dengan anggaran Rp9,08 miliar. Kemudian pada tahun 2020, sebanyak 12 unit jembatan dengan anggaran Rp58,4 miliar. Ketiga, penataan drainase sepanjang 9.162 meter. Keempat, penataan kawasan pemukiman kumuh.

"Tahun 2019 penataan 6 kawasan kumuh di Kabupaten Inhu, Rohul, Bengkalis, Siak, Kuansing dam Pekanbaru. Tahun 2020, penataan di tiga kawasan kumuh di Bengkalis dan Kuansing," bebernya.

Kelima, meningkatkan ketersediaan air minum yang layak sebesar 88,25 persen dengan kegiatan SPAM Durolis. Tahun 2019, dibangun off take di Dumai, JDU Bengkalis-booster di Rohil, JDU Dumai-booster di Rohul. Lalu, SPAM Durolis tahun 2020, lanjutan pembanguna JDU di Dumai, Rohil dan offtake Bengkalis. 

Ditargetkan, pada akhir tahun 2021 SPAM Durolis tahap 1 kapasitas 400 i/d dapat beroperasi melayani di Rohil, Bengkalis dan Dumai.

Keenam, peningkatan infrastruktur jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian. Tahun 2019, dibangun OP jaringan DI dan DIR dan peningkatan jaringan irigasi DI Tibun, Petapahan, Kampar. Tahun 2020, OP jaringan DI dan DIR dan Irigasi DI di Uwai, Pangoan," sebutnya.

Kemudian ketujuh papar Masrul, pembangunan pelabuhan dan dermaga diantaranya, pemeliharaan pelabuhan penyebrangan di Dumai dan Tanjung Kapan tahun 2019 dan 2020. Pengangkatan rangka dermaga pelabuhan penyeberangan Mengkapan yang roboh tahun 2020.

"Pada tahun 2021 akan dilanjutkan pembangunan dermaga yang roboh tersebut oleh Kementerian Perhubungan lewat APBN. Selanjutnya, pembangunan dermaga ponton dan rehabilitasi pelabuhan Mengkapan tahap I Tahun 2020 dan dilanjutkan tahun 2021," jelasnya.

Delapan sambung Masrul, meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) melalui pembangunan jaringan distribusi ke daerah terpencil dan pedesaan. Capaian RE Tahun 2020 sebesar 97,58 persen. Hal ini meningkat dibanding RE tahun 2019 sebesar 96,58 persen.

Kegiatan RE yang dilaksanakan diantaranya, tahun 2019 pembangunan jaringan listrik di Kabupaten Siak, Rohul, Kuansing dan pengadaan genset di Inhil dan Meranti. Sedangkan di tahun 2020, pembangunan jaringan listrik Desa.

Sembilan, pembangunan dan pemerataan sanitasi. Ini dibuktikan dengan pembangunan TPA Regional Pekanbaru dan Kampar. Antara lain pengadaan lahan TPA seluas 40 hektar di tahun 2019 dan tahun 2020 dengan alokasi anggaran Rp27,83 miliar. 

Pada tahun 2021 ini, disusun dokumen perencanaan TPA dan ditargetkan mulai dibangun di tahun 2022.

Sedangkan terakhir, pembangunan rumah layak huni (RLH). Pada tahun 2019 telah dibangun RLH sebanyak 1.845 unit dengan anggaran Rp110,5 miliar. Sedangkan tahun 2020 dibangun RLH sebanyak 207 unit dengan anggaran Rp14,49 miliar.

Khusus berkaitan infrastruktur, Masrul Kasmi mengakui, ditengah pandemi Covid-19, menjadi persoalan atas rencana program yang telah ditentukan. Namun, untuk memaksimalkan penanganan infrstruktur baik jalan dan jembatan masih ada upaya lainnya.

Yakni, kemungkinan opsi pinjaman keuangan untuk menuntaskan persoalan infrastruktur Riau. Ada dua jenis pinjaman yang masih dalam kajian di Bappeda dan DPRD Riau. 

Pertama, pinjaman PEN daerah yang sumber dananya dari APBN 2020 dan kedua, pinjaman dukungan program PEN yang sumber dananya dari PT SMI.

"Ada memang tawaran dalam bentuk skema pinjaman untuk pemulihan ekonomi. Rencana itu memang masih dalam kajian oleh Bappeda, BPKAD dan DPRD Riau," ujar Masrul.


Tags WagubriGubernur RiauPemprov RiauSyamsuar
Komentar