Tekan Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan Belum Maksimal di Meranti
Sabtu, 22 Februari 2014 18:35 WIB
SELATPANJANG - Upaya Pemkab Kepulauan Meranti untuk menekan angka kematian sepanjang tahun 2103, belum mampu terlaksana. Kasus kematian bayi dan ibu melahirkan di kabupaten Kepulauan Meranti, masih saja tetap tinggi.
Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, disaat pemerintah berupaya menekan kematian bayi dan ibu melahirkan di bawah angka zero, justru kasus kematian bayi dan ibu melahirkan di bawah kerja Puskesmas Kedaburapat Kecamatan Rangsang Pesisir terjadi, 7 kasus.
Dari 7 kasus tersebut, 4 diantaranya merupakan kasus kemtian ibu melahirkan dan 3 merupakan kasus kematian bayi. Ini akan menjadi cambuk kerja keras Bupati Kepulauan Meranti Irwan kedepannya agar lebih baik lagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti dr. Irwan Suandi melalui Kepala Puskesmas Kedaburapat Kecamatan Rangsang Pesisir dr.Alam Piliang, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk melakukan berbagai upaya soisalisasi untuk menekan angka kamatian bayi dan ibu melahirkan.
"Dari kasus-kasus tersebut, rata-raya disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan control ke bidan di polindes, Puskesmas ataupu ke Posyandu. Beberapa kasus ibu melahirkan yang meninggal, kondisinya sudah sulit akibat tak rutin control," katanya.
Tingginya kasus kematian bayi lanjut dr. Alam, juga bermuara dari persoalan rendahnya partisipasi masyarakat untuk datang memeriksakan bayinya ke Posyandu.
Padahal, setiap ada kegiatan Posyandu, petugas kader sudah mengingatkan pada para ibu hamil, menyusui dan bagi keluarga yang memiliki anak balita untuk rutin control ke Posyandu.
Namun, akibat rendahnya kesadaran dan pengetsahuan masyarakat, menyebabkan kegiatan Posyandu diabaikan dan diangap tak penting.
"Disinilaj letak persoalannya, rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengontrol kesehatannya, meniadi penyebab masih tingginya angka kematian bayi dan ibu-ibu melahitkan," beber Pimpinan Puskesmas Kedaburapat tersebut.
Selain persoalan rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, dr. Alam juga mengatakan terjadinya berbagai kasus kematian ibu melahirkan dan bayi meninggal akibat keterlambatan penaganan tim medis yang bermuara dari sulitnya sarana transportasi.
Kondisi jalan yang belum resprentatif, menyebabkan upaya pengiriman pasien ke RSUD harus memakan waktu lama. Apalagi dari desa Kedaburapat. Untuk menuju ke kota Selatpanjang, ambulance belum bisa sampai ke Puskesmas Kedaburapat.
Untuk itu, warga terpaksa menggunakan gerobak untuk membawa pasien ataupu di tandu sambil berjalan kaki. Kondisi ini, tentunya sangat tidak nyaman bagi pasien. Namun karena tidak punya pilihan lain, mau tidak mau terpaksa harus dilakukan.
Ditempat terpisah Camat Rangsang Pesisir Idris Sampul, Jumat (21/2) mengakui buruknya kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap upaya masyarakat maupun petugas medis untuk memberikan layanan terbaik.
Apalagi dengan jangkauan wilayah kerja Puskesmas Kedaburapat yang harus sampai ke Tenggayun. Dengan jarak tempuh lebih dari 25 kilo meter dengan kondisi jalan yang berat, jelas sangat menyulitkan semua pihak.***(hkc/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

