Walikota Dumai Himbau Masyarakat Waspada Penyakit Banjir
Kamis, 12 Desember 2013 17:23 WIB
DUMAI - Walikota Dumai Khairul Anwar menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit dari musim penghujan dan banjir beberapa hari belakangan ini. Kondisi alam saat ini kurang bersahabat dan dapat menimbulkan dampak penyakit terhadap kesehatan manusia itu sendiri.
"Musim penghujan seperti ini berdampak pada banjir di kawasan yang rendah dan identik bahaya penyakit ditimbulkan dari musim seperti ini. Agar masyarakat tetap sehat, saya minta untuk waspada dan merubah cara dan pola hidup sehat," himbau orang nomor satu kepada seluruh lapisan masyarakat di kota pelabuhan ini, Kamis (12/12/13).
Tidak sekedar menghimbau agar masyarakat waspada terhadap DBD, Pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyakit DBD. Selain memberikan Abate Gratis kepada masyarakat, pemerintah telah menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengasapan (Foging) ke wilayah yang rawan terserang nyamuk aedes aegypti.
'Pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus DBD dikota Dumai dengan berbagai upaya. Namun upaya ini tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat untuk memutus mata rantai pengembangbiakan nyamuk tersebut dengan cara melakukan perilaku hidup bersih dan sehat,' sebut Walikota.
Menurut Walikota, upaya yang paling tepat untuk memutus mata rantai nyamuk Aedes aegypti adalah dengan gerakan 3M. untuk itu pemerintah mengajak agar masyarakat melakukan pola hidup sehat dengan 3M atau gerakan untuk menguras penampungan air, mengubur barang bekas dan menutup penampungan air, gerakan 3M ini merupakan langkah efektif untuk mencegah perkembang biakan nyamuk aedes aegypti disamping menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.
Semua orang sudah tahu tentang pemberantasan sarang nyamuk ini, tinggal penerapannya saja. Seperti mengubur barang-barang yang bisa menampung air. Karena bak-bak penampungan air hujan yang tidak tertutup rapat dapat menjadi media yang sangat baik bagi perkembang biakan nyamuk aedes aegypti. Sementara Fogging untuk membunuh nyamuk dan Abate untuk membasmi telur dan jentiknya.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H. Marjoko Santoso mengatakan pihaknya telah melaksanakan upaya dalam mengantisipasi wabah penyakit demam berdarah yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegipty.
'Diantaranya dengan membagikan abate gratis kepada seluruh masyarakat melalui Puskesmas, melakukan pengasapan (fogging) hingga mensosialisasikan kepada masyarakat agar berperilaku hidup bersih dan sehat dan menerapkan tindakan 3M terutama pada musim hujan untuk memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk aedes,' sebut Marjoko.***(die)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

