Walikota Dumai Masih Matangkan Penyaluran CSR Perusahaan dengan Pemerintah
Jumat, 14 Oktober 2016 20:21 WIB
DUMAI - Walikota Dumai Zulkifli AS menyebut masih mematangkan rencana penyaluran dana kepedulian sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) agar selaras dengan program pemerintah bidang kesejahteraan dan lingkungan.
"Sudah ada komunikasi dengan perusahaan dan kesepakatan awal nantinya dana sosial kemasyarakatan ini digunakan untuk lingkungan, pendidikan dan lain sebagainya," kata Zul As, di Dumai, kemarin.
Gagasan untuk menghimpun dana sosial kemasyarakatan perusahaan ini nantinya akan dibentuk dalam satu forum dan ditunjuk sebagai koordinator dari managemen PT Pelabuhan Indonesia dan PT Pertamina RU II.
Dijelaskan, agar pengelolaan bersama dana SCR ini lebih tersusun baik dan matang serta tidak menyalahi ketentuan, maka terkait regulasi dan perencanaan kini masih digodok oleh tim pemerintah daerah.
Sistem pengelolaan dana CSR bersama pemerintah ini, menurut dia, Pemkot Dumai akan mengacu pada peraturan daerah provinsi Riau untuk kepentingan lebih luas masyarakat dan lingkungan di sekitar operasi perusahaan.
"Saya rasa tidak ada persoalan dengan pengelolaan atau pengalihan dana CSR ini karena selain mengacu perda provinsi juga akan digunakan untuk pembinaan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan," sebutnya.
Disebutkan, pengumpulan dana CSR ini nantinya setiap perusahaan akan mengalokasikan anggaran sesuai persentase ditetapkan dan kemudian dikelola misalnya untuk kesra, penataan lingkungan dan penghijauan taman atau median jalan.
Tujuan pemerintah juga agar ada pemerataan penyaluran dana CSR selain untuk lingkungan terdekat dari operasional perusahaan dan masyarakat serta mendukung beberapa program pembangunan di berbagai bidang penting.
Sementara, rencana Pemkot Dumai untuk mengalihkan penggunaan dana CSR ini sebelumnya dinilai seorang warga Muhammad Hasbi merupakan kebijakan bentuk penyalahgunaan wewenang serta arogansi sebuah kekuasaan.
Dalam aturan, Hasbi menyebut dana CSR merupakan dana pembinaan umat bukan dana pembangunan, dan jika Pemkot Dumai tetap melaksanakan kebijakan tersebut maka dianggap telah melukai hati masyarakat karena tidak peka.
"Kita mengimbau agar wali kota membatalkan rencana penghijauan dengan dana CSR ini karena masyarakat membutuhkan pembinaan keterampilan untuk memperoleh kesempatan kerja di perusahaan," kata Hasbi kepada awak media baru baru ini.
(ant/ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
70 Kontingen Dumai Ikuti Pawai Budaya Rakernas Apeksi di Malang
-
Sosial
50 Bidan PTT Dumai Terima SK CPNS Tahun 2017
-
Sosial
Momentum HKN 2017, Seluruh ASN Pemko Dumai Diminta Kerja Profesional
-
Kesehatan
Wawako Dumai Imbau Masyarakat Dukung Program 2 Anak Cukup
-
Ekbis
Walikota Dumai Kumpulkan Pimpinan Perusahaan Industri Sungai Sembilan
-
Sosial
Pemko Dumai Tetapkan Tarif Air Minum

