Musim Kemarua Melanda,
Warga Beran Butuh Bantuan PAH Pemkab Meranti
Sabtu, 11 Januari 2014 12:33 WIB
SELATPANJANG - Masayarakat yang tinggal di Beran, Kecamatan Tebing Tinggi saat ini sangat mengharapkan bantuan penampungan air hujan (PAH) dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, karena selama ini untuk mendapatkan air bersih sangat sulit.
"Saya tidak habis pikir, ada ribuan PAH yang dibagikan pemerintah. Tapi kami tidak pernah dapat. Sementara daerah lain, boleh dikatakan mereka cukup mendapatkan air bersih. Jadi kami sebagai warga disini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah," kata Sistriyanti (35) warga Beran, kemarin.
Diakuinya, selama ini masyarakat Beran mengharapkan air hujan untuk kebutuhan air bersih. Masyarakat pun paparnya, terpaksa menyiapkan drum penampung air hujan untuk menyetok air bersih untuk keperluan sehari-hari.
Kata Sistri, bagi sebagian warga yang mampu di wilayah ini memang tidak merasakan kesulitan untuk mendapatkan air bersih seperti dirinya. Sebab, mereka bisa membeli langsung PAH. Sementara dirinya tidak punya dana untuk membeli PAH.
"Terus terang, kami warga daerah ini sangat kecewa. Kami sangat membutuhkan sarana PAH untuk menampung air hujan. Tapi, sampai hari ini tak kunjung dapat bagian, termasuk katanya tahun anggaran 2013 ini," ungkapnya.
Atas krisis air di Benan, Ia berharap pemerintah bisa membuka mata untuk menggelontorkan PAH bagi masyarakat miskin. Jika tidak, masyarakat tetap akan kesulitan air bersih dan rentan diserang penyakit.
Ayub (58 th) warga Beran lainnya juga berharap sama. Kondisi geografis memang sangat menyulitkan warga Beran untuk mendapatkan air bersuh ataupun air yang layak untuk memenuhi kebutuhan MCK.
Kalaupun ada sumur, jelas tidak bisa dimanfaatkan karena kondisi kualitas airnya tak layak pakai. Satu-satunya upaya, masyarakat menampung kucuran air dari langit. Untuk membeli air bersih dare penyulingan air laut, memang tersedia.
"Satu-satunya harapan dengan menampung air hujan. Persoalannya sekarang, warga miskin di Beran ini rata-rata tidak punya PAH. Untuk itu, kita berharap ada upaya Pemkab Meranti untuk mengalokasikan bantuan PAH bagi ratusan KK warga Beran yang rata-rata tidak berkemampuan ekonomi," jelasnya.
Warga mengaku usahkan untuk mandi, untuk cuci muka saja sulit kalau lagi musim kemarau di wilayahnya. Kondisi seperti ini seharusnya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah. Jangan membiarkan kondisi ini berlarut-larut.
Camat Tebing Tinggi Selatpanjang Alizar, S.Sos melalui Sekcam Tebing Tinggi H. Edi M. Nur mengakui Beran memang merupakan salah satu daerah di Selatpajang yang minim sumber air bersih.
Untuk mendapatkan air bersih, warga memanfaatkan curah air hujan yang ditamung dengan drum ataupun bak-bak penampungan air. Kalaupun tidak, tentunya dengan membeli air darat.
"Soal bantuan PAH, ini memang di luar kewenangan kami mendistribusikannya. Persoalannya, paket bantuan PAH yang dibagi-bagikan kemaren ini merupakan program aspirasi oknum anggota DPRD," ungkapnya.
Jadi, soal kemana mau dibagikan barangkali sesuai dengan pengajuan masyarakat yang dilanjutkan oknum anggota DPRD terkait sebagai program aspirasi saat reses.
"Untuk itu, kita kedepannya akan berupaya mengajukan program bantuan PAH melalui usulan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa atau Kelurahan daerah ini. Mudah-mudahan dengan upaya ini, bisa mengakomodir masyarakat Beran," tandas Sekcam Tebing Tinggi tersebut.***(fan/hkc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

