Warga Kampar Pilih Palawija Ketimbang Sawit
Jumat, 21 Februari 2014 18:36 WIB
BANGKINANGKOTA - Sejak tahun lalu, Kastami sudah ‘membunuh’ lebih dari seperempat hektar pohon kelapa sawit yang ada di pekarangan rumahnya, di jalur IIB Desa Sei Simpang Dua, Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Padahal pohon sawit itu masih berumur antara 9-10 tahun.
Ayah tiga anak ini mengganti pohon kelapa sawit itu dengan tanaman palawija. “Sejak sawit saya ‘bunuh’, sudah dua kali panen jagung manis dan tiga kali panen kacang tanah. Alhamdulillah, hasil dari palawija lebih menjanjikan,” kata lelaki 53 tahun ini Jumat (21/2/14), siang di dekat hamparan kacang tanah miliknya yang tak lama lagi akan panen.
Selama ini, kata Kastami, dia cuma dapat duit sekitar Rp500 ribu dari hasil sawit di pekarangan rumahnya. Kalaupun harga sawit lagi tinggi, paling banter dapat Rp1 juta. “Saya bisa dapat uang Rp2 juta per bulan dari tanaman jagung. Itu kalau harga jagung di angka Rp4 ribu perkilogram. Sekarang, harga jagung sudah naik di kisaran Rp6 ribu hingga Rp8 ribu per kilogramnya,” cerita Kastami.
Sukijan justru menebangi sawitnya untuk dijadikan ladang melon. “Sudah lebih setahun sawit-sawit di pekarangan ini saya tebang. Alhamdulillah, sudah empat kali saya panen melon. Sekali panen dapat antara 4-5 ton. Siklus panen melon cukup singkat. Hanya 65 hari,” kata ayah empat anak ini.
Satu kilogram melon kata lelaki 57 tahun ini, dia jual Rp5.000. Sementara modal 1 lobang tanaman melon hanya Rp3.000. Itu biaya mulai dari pengolahan hingga panen. “Satu lobang tanaman bisa menghasilkan antara 1,7-1,8 kilogram melon,” Sukijan merinci.
Hingga sekarang, kata Kepala Desa Sei Simpang Dua Solihin, sudah 12 kepala keluarga dari 526 kepala keluarga di Desa Sei Simpang Dua yang menebangi pohon kelapa sawitnya untuk dijadikan lahan palawija. Total kebun sawit yang sudah ‘musnah’ sekitar 4 hektar. “Jumlah itu nampaknya akan terus bertambah. Sebab mereka sudah merasakan kalau hasil palawija lebih menjanjikan,” katanya.
Di Desa Tebing Lestari Kecamatan Tapung Hilir, warga juga mulai menebangi pohon kelapa sawitnya untuk dijadikan lahan pertanian cabai merah dan jagung manis. Total yang sudah ditebang mencapai 1,5 hektar. Satu hektar kebun sawit milik desa, sisanya milik warga bernama Jumiran. “Dalam waktu dekat warga juga akan menebangi pohon sawitnya seluas 1,5 hektar. Lahan itu untuk dijadikan lahan pertanian juga,” kata Camat Tapung Hilir Mulatua.
Di Desa Gerbang Sari, kata Kades Gerbang Sari Supono, warga juga sudah ancang-ancang akan menebang pohon kelapa sawit untuk dijadikan lahan pertanian. “Sebab pertanian nampaknya lebih prospek. Siklus di pertanian singkat. Hasilnya juga lebih besar. Tapi kita lihat saja dulu apakah warga jadi menebang atau tidak,” katanya.
Waktu bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian RI Rusman Heriawan, beberapa waktu lalu, Bupati Kampar Jefry Noer menceritakan masyarakat yang menebangi pohon kelapa sawitnya itu. Rusman pun kaget. “Masa sih sampai segitunya? Bukannya kelapa sawit menjadi primadona di sana,” kata Rusman.
Lantaran cerita itu pula, Rusman ingin melihat langsung kebun sawit yang sudah berubah jadi lahan pertanian itu. “Insya Allah dalam waktu dekat Pak Rusman akan berkunjung ke Kabupaten Kampar,” kata Jefry.
Bagi Development-Asia Pacific Food And Agriculture Organization Of united Nations (FAO) Ir Ratno Seotjiptadie, PhD, aksi warga menebangi pohon kelapa sawitnya itu, justru menjadi bukti kalau program pertanian yang digalakkan oleh Pemkab Kampar sudah menyentuh warga di pelosok desa.
“Tinggal lagi bagaimana ke depan Pemkab Kampar membangun sistem pertanian yang modern. Pertanian mekanisasi. Dan di negara maju pun sebenarnya, pertanian justru pilihan utama. Sementara perkebunan kelapa sawit hanya berada di urutan ke-18 dari deretan komoditi unggulan,” katanya***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

