• Home
  • Sosial
  • Wawako Dumai Pimpin Upacara Lima Momen Sekaligus

Wawako Dumai Pimpin Upacara Lima Momen Sekaligus

Rabu, 17 September 2014 20:07 WIB

DUMAI - Wakil Walikota Agus Widayat memimpin upacara lima momen secara serentak yang diantaranya, Hari Perhubungan Nasional, Hari Koperasi 67, HUT Palang Merah Indonesia 69, Hari Kesadaran Nasional, Hari Olahraga Nasional tahun 2014. Upacara ini dipusatkan di halaman eks. kantor Walikota Dumai, Jala HR Soebrantas, Kecamatan Dumai Timur, Rabu (17/9).

Rangkaian upacara ini pertama peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2014 dengan mengangkat tema "Melalui Peringatan Hari Perhubungan Nasional, Kita Tingkatkan Pembangunan Sektor Transportasi untuk Menuju Indonesia yang Semakin Maju dan Sejahtera".  Hal ini tentu saja mengingatkan semua bahwa pembangunan perhubungan haruslah betul-betul dapat mensejahterakan masyarakat. 

Wakil Walikota Dumai Agus Widayat dalam pidatonya mengajak segenap insan perhubungan agar dapat terus memantapkan komitmennya untuk bekerja lebih keras dan cerdal dalam melaksanakan program-programnya. Saat ini permasalahan yang dihadapi oleh sektor transportasi semakin kompleks. Aksesibilitas, keterjangkauan, transportasi massal, kelanjutan reformasi transportasi dan kepastian regulasi dalam penyelenggaraan transportasi menjadi isu yang harus segera diselesaikan. 

"Sementara itu tuntutan masyarakat akan perubahan layanan jasa transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan tekhnologi," kata Wakil Walikota Dumai membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia. Selain itu juga, kata dia, diperlukan kesiapan transportasi dalam menghadapi pasar tunggal ASEAN 2015. 

Menghadapi berbagai permasalahan tersebut, ungkapnya, rencana kerja di Kementrian Perhubungan Tahun 2015 kiranya dapat mengakomodasi penuntasan permasalahan yang ada. Untuk itu, segenap insan perhubungan dituntut untuk harus melakukan perubahan sikap dan pola pikir menghadapi berbagai permasalahan kedepan. 

"Dalam menghadapi tantangan yang ada diperlukan kepekaan dan kemampuan untuk dapat melakukan terobosan dan membuat inovasi bagi kepentingan peningkatan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," harap Menteri Perhubungan RI menutup kata sambutan yang secara langsung dibacakan oleh orang nomor dua di Kota Dumai. 

Kemudian peringatan Hari Koperasi tahun 2014, mengangkat tema "Koperasi Indonesia Menuju Ekonomi Global". Dimaksudkan agar Koperasi Indonesia senantiasa meningkatkan kinerjanya guna menghadapi pemberlakuan pasar tunggal ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir tahun 2015. Untuk itu, pengurus koperasi dan para pelaku UMKM harus bersiap dan berani bersaing dengan produk dari negara lain dan harus mampu memenuhi peraturan perdagangan global.

"Kita menyadari bahwa kesenjangan dan kemiskinan merupakan permasalahan global, akan tetapi dengan amanat UUD 1945 pasal 33 tentang koperasi adalah jawaban untuk mengatasi dan memperkecil kesenjangan sosial ekonomi tersebut," ungkap Agus Widayat dalam sambutannya.

Beberapa strategi yang dapat kita laksanakan demi mewujudkan hal tersebut adalah, menyiapkan SDM pengurus koperasi dan pelaku UMKM profesional, menciptakan produk UMKM yang mengedepankan kualitas dengan standar mutu sehingga keamanan dan perlindungan konsumen terjamin, para pelaku UMKM harus mampu mengeksploitasi inovasi pengembangan produk yang memenuhi minat dan selera pasar, mengembangkan dan memperkuat merk produk sebagai bagian dari strategi pemasaran dan investasi jangka panjang.

Dan diharapkan dapat menerapkan tekhnologi informasi untuk promosi, transaksi bisnis serta mengembangkan jejaring bisnis, aspek cita rasa khas dan kemasan yang disesuaikan dengan selera pasar menjadi faktor pendukung untuk menentukan diterimanya produk oleh konsumen.

"Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Dumai kepada Koperasi dan Pelaku UMKM dari tahun ke tahun kita senantiasa membuat Program dan Kegiatan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan, bimbingan, penyuluhan serta memberikan bantuan peralatan, fasilitasi pembiayaan, peningkatan kualitas produk, kemasan yang baik, Sertifikat Halal, promosi dan informasi bisnis serta penguasaan teknologi, kewirausahaan dan lain sebagainya," sebutnya.

Dengan demikian diharapkan Koperasi dan pelaku UMKM lebih mampu mandiri dan memiliki Daya Saing dalam menghadapi Ekonomi Global dan selanjutnya kita berharap pihak Perbankan mempunyai kepedulian untuk memberikan pembinaan dan kemudahan dalam mengakses permodalan bagi Koperasi dan UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Kecil lainnya.

Sedangkan peringatan Hari Olahraga Nasional XXXI tahun 2014 yaitu, “Olahraga satukan semangat bangsa” sebagai tekad kuat semua untuk bersatu dan bekerjasama membangun bangsa melalui pembudayaan olahraga untuk mewujudkan kejayaan prestasi olahraga kita di dunia dan menumbuhkan karakter positif pada bangsa ini, mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, memperkokoh ketahanan nasional dan mengangkat harkat, martabat serta kehormatan bangsa.

Sebagaimana makna dan nilai olahraga, bila budaya olahraga itu tumbuh, secara langsung akan menumbuhkan budaya disiplin, konsistensi, kompetisi, persahabatan, kesatuan dan persatuan, serta perdamaian. "Saya mengajak kepada semua pimpinan lembaga dan instansi untuk menggerakkan masyarakat dan pihak swasta ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pembudayaan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana, pendanaan serta menggalakkan event-event olahraga," katanya Menpora RI Roy Suryo.

Pembinaan olahraga-olahraga prestasi didaerah seharusnya di fokuskan kepada satu dan dua cabang olahraga unggulan dan dilaksanakan secara serius, sistematis, dan terukur sehingga menjadi kompetitif prestasinya di tingkat dunia. Kepada segenap stakeholder olahraga di seluruh tanah air mari kita membangun budaya olahraga dan prestasi olahraga di setiap turnamen internasional di SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade dengan bekerja keras dan dipadukan bersama pembinaan dan pengembangan yang terencana dan terukur didukung dengan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga.

Seperti yang diketahui bersama, dalam kurun waktu lebih dari 6 dasawarsa, Palang Merah Indonesia (PMI) tentunya menghadapi banyak sekali tantangan, hambatan dan rintangan. Namun segala hal tersebut mampu membuat PMI semakin tegar dan matang dalam menghadapi kejadian bencana, konflik dan persoalan sosial yang melanda masyarakat. Usia yang terus bertambah tidak membuat pergerakan PMI menjadi tidak dinamis. Tantangan ini justru menjadi semangat dan motivator bagi PMI untuk terus menggiatkan tugas-tugas kemanusiaannya.

"PMI saat ini tengah mendorong dan meningkatkan keikutsertaan relawan muda untuk berpartisipasi aktif di setiap gerakan kemanusiaan. Sejak dini, mereka harus didorong untuk berperan menjadi agen atau pelopor untuk menyebarkan pemahaman kepada sebayanya dan masyarakat mengenai pentingnya gerakan kemanusiaan dalam kehidupan saat ini," sebutnya. (via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar