Banyak Aset Budaya Kampar Berpotensi Dikembangkan
Kamis, 20 November 2014 10:26 WIB
KAMPAR : Dilihat dari sejarah geografisnya, Kabupaten Kampar punya banyak peninggalan sejarah yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dilestarikan.
Diataranya candi muara takus, kerajaan gunung sahilan serta kerajaan tapung, selain itu banyak juga karya seniman dan budayawan dari Kabupaten Kampar yang dapat dikembangkan yang bermuara pada kemajuan budaya Kampar
Demikian dikatakan Bupati Kampar, Jefry Noer saat membuka acara Pekan Budaya Kabupaten Kampar di Lapangan Pelajar, Bangkinang, kemarin.
Dikatakan Jefry, tujuan utama pelaksaan pekan Budaya ini adalah untuk menggali, mengembangkan, membina dan memelihara nilai-nilai yang terkandung dalam seni budaya budaya, selain itu juga bermaksud untuk menghibur dan memberikan tontonan yang sehat sekaligus sebagai usaha kongkrit untuk meningkatkan kemampuan apresiasif masyarakat terhadap budaya seni
"Pada kesempatan ini saya berharap kepada semua pihak untuk dapat memanfaatkan momentum pekan budaya ini sebagai wahana untuk membina generasi muda, mewariskan, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya" ujar Jefry.
Dikatakan Jefry, seiring denga perjalanan waktu, pengembangan seni budaya merupakan bagian dari kekayaan masyarakat Kampar serta ikut menumbuhkan rasa bangga pada setiap individu memiliki budaya Kampar yang penuh dengan nilai moral dan rasa tanggung jawab
"Sejalan dengan kebijakan otonomi Daerah, maka pemerintah Kabupaten Kampar senantiasa memberikan dorongan dan memfasilitasi aktifitas aktifitas berkesenian sebagai salah satu upaya pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan seni budaya daerah, maka sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap hasil karya seni budaya masyarakat, maka pemerintah menyelenggarakan pekan budaya ini," ungkap Jefry.
Sementara itu, Kepala dinas Pariwisata Provinsi Riau, Sahid Sadikin yang hadir mewakili plt Gubernur Riau, dalam sambutannya mengatakan, pekan Budaya kabupaten kampar merupakan kegiatan yang positif dalam rangka menigkatkan pengaktualisasian nilai-nilai budaya, khususnya budaya melayu kampar dari generasi ke generasi.
"Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi seni dan budaya Kampar yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Kampar, sudah sepatutnya iven-iven seperti ini secara kontinyu dilaksanakan, agar nilai-nilai seni dan budaya yang ada ditengah masyarakat tersebut tetap dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda secara turun menurun"ujarnya
Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Nasrul didampingi Kabid Kebudayaan Zulkifli kepada riauterkinicom mengungkapkan bahwa kegiatan pekan budaya Kampar ini dalam rangka menggali dan menampilkan budaya Kabupaten Kampar.
"Dengan demikian kita dapat memperkenalkan kepada generasi muda kita tentang budaya yang kita miliki,"terangnya.
Ditambahkannya Pekan Budaya ini dilaksanakan selama empat hari dari 19 hingga 22 Nopember dengan menampilkan stand-stand dari 21 kecamatan.
"Mudah-mudahan budaya kita yang cukup kaya ini juga mampu ditampilkan di even-even nasional,"tuturnya.
(man/man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Traveler
Wabup Kampar Perintahkan Disparbud Giat Promosi Objek Wisata
-
Lingkungan
Kadis Pertanian Kampar Sebut Penyuluh Ujung Tombak Capai Industri Pertanian
-
Sosial
Gubri Minta Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar Perbaiki Layanan Publik
-
Politik
Gagal ke Senayan, Azis Zaienal Resmi jadi Bupati Kampar
-
Hukrim
Polres Kampar Tangkap Anggota Satpol PP Pemilik Sabu
-
Sosial
Gubernur Riau Minta Kembalikan Kejayaan Kabupaten Kampar

