• Home
  • Traveler
  • Besok Malam, KRS Tampilkan Teater Bertemakan Politik

Besok Malam, KRS Tampilkan Teater Bertemakan Politik

Jumat, 20 Juni 2014 17:33 WIB

PEKANBARU - Komunitasseni Rumah Sunting (KRS) kembali mementaskan karya teaternya, berjudul "Menanti Purnama di Senapelan" (MPS).

Karya berlatarbelakang persoalan politik itu disudtradarai Kunni Masrohanti ini akan dipentaskan di Taman Budaya Provinsi Riau, besok malam (21/6/14).

Dalam perbincangan dengan wartawan, Jumat (20/6/14), Kunni menyebut pentas tunggal ini dilaksanakan sempena kegiatan Pendukungan Pasar Seni yang ditaja Taman Budaya Provinsi Riau sekaligus bersempena peringatan hari jadi Pekanbaru ke-230 yang jatuh tanggal 23 Juni mendatang. 

'Pentas MPS ini karena kami mengisi kegiatan Pendukungan Pasar Seni Taman Budaya Riau. Setelah kami diskusikan dengan pihak Taman Budaya, mereka mengizinkan kalau kegiatan ini disempenakan dengan peringatan hari jadi Pekanbaru,' kata Kunni.

Disebutkannya, ada alasan penting mengapa KRS ingin menyempenakan kegiatan tersebut dengan peringatan hari jadi Pekanbaru. Apalagi kegiatan ini juga disebut kegiatan nonton teater bersama wali kota. 

'Kebetulan waktu pelaksanaan Pendukungan Pasar Seni ini di Bulan Juni, dekat pula dengan tanggal hari lahirnya Pekanbaru. Selain itu, kami ingin wali kota dan pejabat lainnya datang nonton teater ini supaya mereka bisa melihat dari dekat proses kreatifitas kami.

Makanya, judul dan materi pementasannyapun kami sesuaikan dengan kondisi Pekanbaru saat ini. Bukan hanya KRS, ke depan, kita berharap wali kota dan pejabat-pejabat lain mau datang nonton teater yang dipentaskan oleh sanggar manapun di Riau ini,' beber Kunni. 

MPS mengisahkan tentang Pekanbaru masa kini yang semakin berkembang dari masa lalunya yang dipimpin oleh seorang Sultan yang arif dan bijaksana. Pekanbaru masa kini tentunya identik dengan berbagai persoalannya. Mulai persoalan sosial, politik, pembangunan dan sebagainya.

Semua persoalan ini terungkap saat sekelompok mahasiswa melakukan aksi demonstrasi. Suasana memanas ketika seorang mahasiswa nyaris meregang nyawa karena bentrok dengan pihak keamanan. Semakin panas ketika seorang provokator masuk di antara mereka. 

Hampir saja provokator itu dibunuh. Untung ada Wak Usman (salah satu tokoh peran) yang selalu bijaksana dan didengar nasihatnya. 

Pementasan kali ini melibatkan aktor-aktor muda, yakni M Syahril, Yulia Ovtaroza, Abdis Salam, Rohasanah, M Hapiz, M Fakhri Azhari, Yumna, Robi Andika Putra serta SY Putri Wahyuni, Elfidayati, Alvina dan Novita Sari sebagai penari.

Kunni sendiri dibantu M Syahril (asissten sutradara), Alvin Ferdian (penata artistik & stage manager), Boedi Qiting (penata tari), Anang (penata musik), Monica Permata Sari (penata rias), Yandi & Siti Salmah (penata kostum), Azmi (penata cahaya) dan Dody (soundman).***(son) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar