Bupati Kepulauan Meranti Minta Pelaku Usaha dan Masyarakat Sadar Wisata
Sabtu, 04 Februari 2017 16:29 WIB
MERANTI - Setiap tahun lebih 20 ribu tamu silir berganti berdatangan ke Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti. Baik pada momen Imlek, sembayang kuburan, maupun momen-momen lainnya.
Saat Imlek, puluhan ribu warga dari luar Kepulauan Meranti datang ke Selatpanjang. Tamu-tamu yang datang ke Selatpanjang menunggu momen Perang Air atau Cian Cui. Tak hanya dari Riau, tapi juga dari provinsi luar dan luar negeri.
Untuk itu, guna menjaga agar tamu-tamu yang datang ke Selatpanjang, para penyedia jasa seperti angkutan becak dan penginapan harus sadar wisata. Demikian disampaikan Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi.
Kata bupati kedua di Kota Sagu itu, sudah saatnya masyarakat Kepulauan Meranti sadar wisata. Dimana, pelayanan kepada tamu-tamu harus meninggalkan kesan yang mendalam terhadap Kepulauan Meranti.
"Dengan begitu saat tamu itu kembali ke daerah asalnya, bisa menceritakan tentang kenyamanan selama di Selatpanjang. Kalau di luar negeri seperti Thailand, saat-saat liburan penginapannya malah ada diskon," katanya.
Bupati Meranti meminta kepada pelaku usaha penginapan untuk tidak memanfaatkan momen-momen tertentu untuk meraup keuntungan sepihak. Ini kesannya kurang bagus. Kalau bisa, tiru seperti Thailand, ada diskon harga penginapannya.
Selain itu, diharapkan juga kepada saudara-saudara yang menyediakan jasa becak untuk menseragamkan harga. Sehingga, kata dia, tamu yang menggunakan becak mendapatkan pelayanan sama, meski pada becak yang berbeda.
"Kesadaran wisata itu sangat penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Daerah kita punya momen berharga yang mampu menarik puluhan ribu tamu. Jaga ini dengan baik dan biar daerah kita semakin maju lagi," pesan H Irwan
Perayaan Cian Cui Harus Diavaluasi Tahun Depan
Perhelatan perang air alias Cian Cui telah berlangsung dengan sangat meriah di Selatpanjang tanggal 28 Januari hingga 2 Februari 2017. Namun, saat berlangsungnya perang air ini, ada beberapa poin yang dikeluhkan peserta.
Salah satunya seperti penggunaan air laut atau air asin untuk menyiram peserta perang air. Ini terjadi di Jalan Ahmad Yani dan persimpangan Pelabuhan Camat Jalan Tebingtinggi.
Warga yang menunggu di pinggir jalan, rupanya menggunakan air asin untuk menyirami peserta perang air. Sedangkan air asin sangat cepat membuat besi-besi kendaraan baik sepeda motor maupun becak menjadi berkarat.
"Air asin sangat berbahaya kalau mengenai kendaraan. Bisa berkarat dan kropos. Seharusnya air asin tidak usah digunakan dalam perang air. Ini harus menjadi perhatian khusus pada tahun mendatang," keluh Ahmad (32) warga Jalan Rintis Selatpanjang.
Selain itu, ditambahkan Andi, penggunaan air es juga harus difikirkan ulang. Karena, dikhawatirkan bisa membuat peserta menjadi demam. Diantara ribuan peserta itu, tidak hanya ada orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan orang tua.
Dikhawatirkan daya tahan tubuh mereka melemah, ditambah saat perang air mulai cuaca masih sangat panas.
"Bayangkan saja, sedang panas-panasnya disiram air es. Memang saya tidak sempat demam, tapi pada malam usai ikut perang air terasa ngedrop, badan kurang enak," kata Andi.
Pelaksanaan perang air tahun 2017 telah sangat tertib jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perang air di Imlek 2568, tidak menyisakan sampah sebab tidak dibenarkan menggunakan wadah seperti plastik ataupun air mineral gelas.
Perang air tahun ini juga cukup meriah. Beberapa pihak yang ikut mensupport antara lain Pemda Kepulauan Meranti, PHRI, TNI, Polri, MAKIn Selatpanjang, KFM, Provinsi Riau, dan BOTS Selatpanjang.
(wal/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Dinas Perhubungan Riau Tambah Layanan Trip Roro Selama Libur Isra Mijraj dan Imlek 2025
-
Traveler
Tahun Baru Imlek 2024 Shio Naga Kayu
-
Traveler
Kue Keranjang Imlek Jajanan Manis yang Wajib Ada
-
Sosial
Kapolres Dumai Pantu Ibadah Imlek 2022 di Klenteng Hock Liong Kiong
-
Hukrim
Kawasan Chinatown Siak Terbakar Saat Perayaan Imlek 2569
-
Ekbis
Rayakan Imlek, Labersa Grand Hotel & Convention Center Tawarkan Special Gala Dinner

