Bupati Siak Syamsuar Serius Kembangkan Wisata Religi
Kamis, 04 Februari 2016 18:32 WIB
SIAK - Siak semakin identik dengan pariwisata. Di periode kedua masa pemerintahannya, Bupati Syamsuar akan terus mengembangkan "Negeri Istana" sebagai destinasi utama wisata di Riau. Khususnya lagi wisata religi.
Di masa depan pariwisata akan menjadi andalan pendapatan asli daerah (PAD) Siak, seiring dengan menurunnya pemasukan dari sektor minyak dan gas (migas). Hal tersebut tergambar dalam bincang ringan Bupati Siak Syamsuar dengan General Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kantor cabang Pekanbaru Dedy Stiadi dan Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau Ibnu Masud di kediaman bupati, Jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura, Rabu (3/2/16).
Hadir pula Kepala Bappeda Siak Yan Pranajaya, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Hendrisan dan Kepala Dinas Kesehatan Tonny Chandra. Bupati Syamsuar mengemukakan, Siak tak cuma mengandalkan obyek wisata yang sudah ada seperti Istana Siak, Makam Raja dan peninggalan sejarah lainnya. Pemerintah daerah terus berinovasi. Salah satunya mengembangkan wisata religi.
Wisata religi merupakan wajah baru bagi kepariwisataan di Siak, meskipun secara tidak langsung itu sudah berjalan sejak lama. Syamsuar menangkap peluang itu karena kerap melihat wisatawan dari berbagai daerah di Tanah Air dan manca negara yang melakukan ritual-ritual keagamaan di Siak. Peluang ini sama sekali belum tergarap.
Hampir setiap pekan bus-bus dari Sumatera Barat tampak terparkir di depan Istana Siak. Bukan sekadar melihat-melihat istana. Mereka juga menggelar ritual-ritual penghormatan kepada pendahulu -pendahulu yang berasal dari Siak. Begitu pula jemaah-jemaah dari Aceh dan daerah lainnya.
Satu ketika, beberapa bulan lalu, seorang pejabat berpangkat tinggi datang ke Siak untuk melakukan ritual penghormatan. Ia berasal dari Semarang. Syamsuar berdecak ketika mendengar darinya cerita hubungan masa lalu nenek moyangnya di Semarang dengan Kesultanan Siak.
Konon, keturunan Sunan Kalijaga yang bermukim di Semarang mempunyai hubungan erat dengan Kesultanan Siak. Pertalian sejarah ini menurut Syamsuar perlu digali lebih mendalam.
Syamsuar menyadari cerita-cerita seperti itu belum banyak ditulis. Begitu pula kedatangan wisatawan dari berbagai daerah untuk melakukan ritual keagamaan.
Menurut Syamsuar, pengembangan wisata religi bisa merambah dunia Islam di Timur Tengah serta negara-negara Islam pecahan Uni Soviet. Sebut saja Tajikistan, Uzbekistan dan hingga ke daratan antara Asia dan Eropa yakni Turki. Turki Usmani, kekhalifahan Islam terakhir, kerap disebut mempunyai pertalian dengan Kesultanan Siak.
"Banyak sekali pengembangan potensi wisata religi ini. Di dalam negeri saja, dengan Sumbar, Sumut, Aceh, Jambi, hingga ke Jawa Tengah belum tergarap dengan baik. Apalagi dengan Johor di Malaysia dan Singapura," papar Syamsuar.
Bukti bahwa Siak kerap dikunjungi orang-orang berpengaruh dan publik figur pernah menjadi catatan Tribun. November 2015 lalu, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dan istrinya berkunjung ke Istana Siak. Anwar mengatakan, ia ingin melihat Istana Siak yang kaya akan sejarah keislaman. Ia takjub dengan peninggalan Kesultanan Siak yang masih terjaga dengan baik.
"Sebenarnya saya tidak puas berkunjung sehari saja, tapi saya tidak punya waktu banyak sekarang. Suatu saat saya akan kembali lagi bersama keluarga," kata Anwar Usman kepada awak media beberapa waktu itu.
Ghatib Beghanyut
Setiap tahun masyarakat di Siak menggelar Ghatib Beghanyut, ritual tolak bala yang digelar di kapal di atas Sungai Siak di malam hari. Ratusan jemaah naik di atas kapal dan berzikir sejauh kapal hanyut. Jemaah yang ikut ritual ini haruslah dalam keadaan suci.
Pemerintah Kabupaten Siak mendukung sepenuhnya ritual yang biasanya digelar di bulan Oktober tersebut. Seperti tahun lalu, kapal penyebarangan dan kapal-kapal kecil nelayan dikerahkan untuk menyemarakkan Ghatib Beghanyut. Berbagai jemaah dari tarikat Naqsabandiyah dari luar daerah bermalam di Siak untuk mengikuti ritual yang diwarisi Kesultanan Siak itu.
Syamsuar menyebut, ritual ini dapat menjadi pertemuan jemaah tarikat Naqsabandiyah dari seluruh daerah. Seorang peneliti yang kini bekerja untuk Smeru Research, Nuzul Iskandar menyebut ritual Ghatib Beghanyut layak diteliti untuk jurnal-jurnal ilmiah dari berbagai perspektif.
Sayangnya, hingga kini belum banyak penelitian mengenai ritual Ghatib Beghanyut. Hal itulah yang akan dikembangkan Syamsuar, disamping penunjang-penunjang lainnya.
Menurut Syamsuar, kalau seluruh potensi tersebut digarap dengan serius, sektor pariwisata akan menjadi andalan PAD Siak.
Sektor pariwisata akan ikut menggairahkan perekonomian masyarakat. Karena itulah, pemerintah daerah akan membangun berbagai sektor penunjang, seperti kota dengan konsep memiliki banyak ruang publik, taman, air mancur, dan water front city yang berangsur diwujudkan.
Sementara event berbentuk sport tourism terus digalakkan, seperti Tour de Siak (TdS), BMX International, Kejuaraan Sepatu Roda dan dalam rencana Maraton 10K bertaraf internasional. Untuk culture tourism, setiap bulan rangkaian Festival Siak Bermadah akan menyuguhkan beragam atraksi kebudayaan.
Keseriusan Bupati Syamsuar dan jajarannya menggarap potensi wisata disambut Ketua Asita Riau Ibnu Mas'ud dan menyebutnya sebagai gagasan yang brilian. Ia mengatakan, Siak harus mempersiapkan diri untuk melayani kepentingan wisatawan.
Mulai dari transportasi dari Bandara SSK II Pekanbaru, penginapan, pilihan kuliner khas, oleh-oleh khas, dan program-program wisata menarik setiap bulannya. "Promosi perlu ditingkatkan, baik promosi sekala domestik maupun internasional. Potensi wisata religi Siak ini sangat berpeluang untuk mendatangkan wisatawan," ucapnya.
Sementara GM Garuda Indonesia kantor cabang Pekanbaru Dedy Stiadi menyatakan siap mempromosikan wisata Siak di Inflight Magazine maskapai penerbangan nasional tersebut, serta di seluruh kantor Garuda Indonesia di dalam dan luar negeri.
Garuda Indonesia siap membangun kerja sama wisata berdasarkan event-event yang akan digelar di Siak. Dedy memprediksi, kerja sama ini mulai berjalan pada April mendatang.
"Kita juga buat paket kerjasama dengan agen-agen travel. Kita buat surat perjalanan dinas untuk coorporate agrement kita. Ini kita support habis. Bahkan, untuk perjalanan wisata ke Siak, ada paket atau korting harga tiket penerbangan dengan Garuda," kata dia.
(tpc/yon/adv)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Traveler
Pemkab Kuansing Upayakan Perbaikan Pengelolaan Objek Wisata
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas

