• Home
  • Traveler
  • Disbudparpora Inhil Minim Perhatian Terhadap Objek Bersejarah

Disbudparpora Inhil Minim Perhatian Terhadap Objek Bersejarah

Rabu, 14 Januari 2015 18:18 WIB
TEMBILAHAN : Minim perhatian Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Inhil terhadap situs objek bersejarah di Kabupaten Inhil. Banyak benda dan bangunan bersejarah dibiarkan tak terawat. 

Padahal, Negeri Seribu Parit ini juga dikenal memiliki banyak benda-benda dan objek bersejarah, baik peninggalan zaman Kerajaan Indragiri maupun zaman penjajahan Belanda. Saat ini banyak benda dan objek bersejarah ini rusak, bahkan sudah hancur (dihancurkan). 

"Padahal, sebagai instansi yang bertugas menginventarisir dan menyelamatkan benda-benda bersejarah ini, harus melakukan langkah bagi melindungi dan merawatnya hingga dapat menjadi destinasi wisata sejarah di Inhil," ungkap Bujang, warga setempat, Rabu (14/1/15). 

Disebutkan, di Kecamatan Mandah saja cukup banyak benda-benda dan bangunan bersejarah yang kondisinya sepertinya kurang diperhatikan, bahkan terkesan terbengkalaim seperti Rumah Kuning (peninggalan Belanda) di Kelurahan Khairiah Mandah dan Situs Pulau Meriam. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, Situs Pulau Meriam yang terletak di samping Jerambah Beton yang menghubungkan Kelurahan Khairiah Mandah dan Desa Sembuang tersebut tak tidak terawat dan cat bangunan penopang lima buah meriam peninggalan VOC Belanda ini terlihat sudah memudar dan terkelupas. 

Informasinya, meriam ini memang dari dulu letaknya menghadap keempat mata angin, dan bentuknya sama dengan yang terdapat di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Budparpora Inhil juga kurang menginformasikan mengenai berbagai benda-benda dan banguna bersejarah di Inhil, seperti di kota Tembilahan diketahui banyak terdapat bangunan bersejarah ini. 

Instansi ini seharusnya membuat semacam buku panduan lokasi dan tanda penunjuk bangunan bersejarah ini, seperti lokasi Kantor Bupati awal berdirinya Inhil dan bangunan masjid bersejarah, yakni Masjid Al-Ghulam Parit 15 Tembilahan Hilir. 

Setidaknya dengan adanya buku panduan dan tanda penunjuk ini, maka akan menarik minat masyarakat, khususnya dari luar Inhil untuk menelusuri dan menapaktilasi bangunan bersejarah ini.

(mar/mar) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar