Pemkab Rohil Bina Kerajinan Tangan Asli Daerah
Minggu, 05 Januari 2014 13:27 WIB
BAGANSIAPIAPI - Hasil kerajinan tangan Sanggar Tekad Pucuk Rebung binaan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memiliki ciri khas yang berbeda dengan kerajinan lainnya.
Di atas kain baldu warna merah polos, anggota sanggar mencoba mengikuti garis motif bunga, terlihat telaten memainkan jarum tangan kecil dengan tekhnik rajutan jarum yang berbeda. Anggota sanggar tampak sangat teliti dan ekstra hati-hati, terlebih dalam menjahit manik-manik.
"Rajutan kain baldu yang dikerjakan anggota bisa diselesaikan dalam satu hari, pekerjaan yang kami lakukan juga tergantung pesanan," tutur Srik Muryati, Ketua Sanggar Tekad Pucuk rebung, kemarin.
Dikatakannya, kain baldu yang sudah dirajut dengan motif tertentu, disebut ondas. Biasanya, satu lembar ondas bisa mereka jual seharga Rp500 ribu. Jika dipadukan dengan kain gerbang, bisa mencapai Rp1 Juta.
Pesanan yang datang, kata Srik, biasanya berasal dari pemilik salon yang menawarkan jasa sewa alat pelaminan untuk pesta pernikahan. "Jika memasuki musim nikah, pesanan kami terus bertambah," sebutnya.
Selain menjual hasil kerajinan, sanggar juga mempunyai persediaan perlengkapan sewa pelaminan pernikahan bagi mereka yang membutuhkan. Misalnya, tepak, perlengkapan pelaminan, baju ganti pengantin dan peralatan kamar pengantin.
"Petugas yang bisa berpantun juga kita siapkan," kata Srik. "Cuma tenda yang belum ada. biasanya penyewa meminta perlengkapan sewa alat pernikahan yang lengkap termasuk tenda. Bagaimanapun, kita akan berusaha untuk membelinya dari hasil uang kas yang ada," terangnya.
Srik menyebutkan, hasil kerajinan mereka, sering dipajang pada kegiatan Expo Riau yang sudah diadakan beberapa kali seperti di Pekanbaru, Rokan Hulu, Bengkalis dan Dumai. Pesanan datang pun bejubel.
Dalam sebulan, pesanan sanggar binaan itu bisa mencapai tiga set. Begitu juga membuat tepak sirih, bisa menghabiskan waktu selama dua hari. Stok tepak yang sudah dipesan orang saat ini, mencapai 12 buah.
Srik mengaku, dari berbagai perlengkapan yang dikerjakan, pembuatan gerbang yang membutuhkan waktu yang lama.
Hasil penjualan, mereka simpan di dalam kas sanggar. "Sisanya untuk honor anggota sebanyak 13 orang. Namun kendala yang dihadapi selama ini, perlengkapan ada yang harus dibeli dari luar Rohil. Misalnya kertas prada, benang emas dan manik-manik," terangnya. (hr/jar)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

