Pemkab Rohul Butuh Rp360 Miliar Perencanaan Destinasi Wisata
Selasa, 24 Mei 2016 17:29 WIB
ROKAN HULU - Perencanaan destinasi pariwisata di kawasan wisata miniatur Hutan Tropis Indonesia dan kawasan wisata minat khusus Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) membutuhkan dana sekira Rp360 miliar.
Dalam perencanaan dua destinasi wisata tersebut, Pemerintah Kabupaten Rohul mengajukan dana sebesar Rp360 miliar ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau.
Kepala Disbudpar Kabupaten Rohul, Yurikawati, mengatakan pengajuan dana hingga Rp360 miliar ini untuk perencanaan dua kawasan wisata di Kabupaten Rohul.
Dua kawasan yang akan dikembangkan yakni 8 obyek wisata di kawasan wisata miniatur hutan tropis Indonesia Kabupaten Rohul, terdiri air terjun Aek Martua, Danau Menaming, Batu Gajah Pawan, Hapanasan, Sipogas, Huta Sikapir, Desa Wisata Sungai Bungo, dan Air Panas Suawan Pawan.
Kemudian, pengembangan 5 obyek wisata di kawasan wisata minat khusus Sungai Rokan Kecamatan Rokan IV Koto, terdiri arung jeram, Bukit Bungkus Nasi, air terjun Lompatan Harimau, Goa Kelambu Kuning, dan air terjun Curocai Manih.
Namun demikian, sambung Yurikawati, pihak Pemprov Riau meminta Pemkab Rohul melakukan beberapa tahapan lebih dulu, seperti penetapan status lahan, penetapan kawasan, serta membuat perencanaan seperti master plan dan detail engineering design (DED).
"Dana ini untuk penetapan kawasan, status lahan, dan perencanaan (DED)," ujar Yurikawati, Selasa (24/5/16), dan mengakui pengajuan anggaran ke Disbudpar Riau hanya sementara.
Yurikawati mengatakan untuk pengembangan destinasi wisata di Kabupaten masih terganjal masalah Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW Provinsi Riau yang belum selesai.
Ada beberapa obyek wisata di kawasan wisata miniatur hutan tropis Kabupaten Rohul yang masuk kawasan hutan produksi konversi atau HPK.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rohul, Nifzar, mengatakan selain dua kawasan wisata, Rohul juga punya beberapa obyek wisata alternatif yang bisa dikunjungi wisatawan, sebelum mengunjungi Masjid Agung Madani Islamic Center di Pasirpangaraian.
Beberapa obyek wisata alternatif ini seperti Benteng 7 Lapis atau Aur Berduri di Kecamatan Tambusai yang bisa dikunjungi oleh wisatawan asal Sumatera Utara.
Wisatawan asal Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak juga bisa mampir ke kawasan wisata tokoh suluk Syekh Abdul Wahab Rokan di Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan sebelum ke Kota Pasirpangaraian.
Sementara, bagi wisatawan dari Kota Pekanbaru, Kampar, dan Sumatera Barat, sebelum ke Pasirpangaraian bisa mampir ke obyek wisata air terjun Tujuh Tingkat Kecamatan Kabun, atau Istana Rokan di Kecamatan Rokan IV Koto.
"Konsepnya (wisata) seperti jari-jari sepeda. Intinya di tengah (Kecamatan Rambah), dan jari-jarinya sebagai penghubung (wisata alternatif)," ungkapnya.
Nifzar sangat berterima kasih ke Pemprov Riau dengan ikut dalam pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Rohul selama ini.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Maritim
Bupati Rohul Dukung Bandara Tuanku Tambusai Jadi Pusat Latihan Perang TNI
-
Lingkungan
Bupati Rohul Bakal Tutup Kuari Tak Miliki Izin dan Cemari Lingkungan
-
Kesehatan
Wabah Malaria di Dusun Sungai Bungo Rohul Masuk KLB
-
Kesehatan
Sungai Bungo Diserang Malaria, Dinkes Rohul Segara Salurkan Obat
-
Hukrim
Polres Rohul dan Warga Bersihkan Objek Wisata Air Terjun Lembah Sipogas
-
Sosial
Bupati Rohul Minta Seluruh ASN Tingkatkan Disiplin Kerja

