• Home
  • Traveler
  • Potensi Mumpuni, Meranti Tak Ada Pengelola Wisata Mangrove

Potensi Mumpuni, Meranti Tak Ada Pengelola Wisata Mangrove

Kamis, 25 September 2014 14:56 WIB
Potensi Mumpuni, Meranti Tak Ada Pengelola Wisata Mangrove
BINTAN - Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki wilayah mangrove yang sangat banyak diantaranya Bokor, Sesap, dan Anak Setatah. Namun demikian, meski potensi wisata mangrove sangat mumpuni, Meranti belum ada pengelolanya.

Hal itu terungkap ketika Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan kunjungan ke Yayasan Ekowisata Tunas Harapan Sebong Lagoi (Yethas Tours & Services) Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

Pelatihan ini guna menciptakan calon pengelola Ekowisata Mangrove. Menurut Randolph Willy Hutauruk Kabid Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Dislutkan Kepulauan Meranti, dalam sambutannya mengatakan bahwa di Kepulauan Meranti memiliki beberapa lokasi mangrove yang mumpuni untuk dijadikan objek wisata namun belum dikelola secara maksimal.

"Di Meranti banyak objek wisata berbasis ekowisata baik potensi alam, kuliner, budaya lokal, maupun sebagai objek untuk edukasi," kata Randolph.

Agar potensi ekowisata mangrove di Meranti bisa dikembang dan dikelola nantinya, Dislutkan Meranti akan menciptakan calon-calon pengelola ekowisata tersebut baik manajerialnya maupun menumbuhkan minatnya.

"Model pengelolaan sudah kita siapkan di Meranti, sekarang kita siapkan calon pengelolanya. Sementara peserta calon pengelola wisata mangrove ini kita ambil masyarakat dari beberapa lokasi yang potensial dan kita cari yang berkomitmen," kata Randolp pula.

Sementara itu, Kepala Distlutkan Meranti, Askandar, juga mengatakan hal yang sama. Menurut Askandar di Meranti memang potensi wisata mangrove sangat banyak sekali. Untuk itu Ia berharap kepada peserta pelatihan agar betul-betul serius dalam menerima ilmu tentang pengelolaan wisata mangrove.

"Meranti tidak ada tempat wisata untuk melepas kelelahan, saya menilai pelatihan ini sangat penting, lihat dan inventarisirkan potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan di mangrove Meranti. Manfaatkan pelatihan ini, banyak konsultasi dan banyak bertanya sebab alam kita beda, tanah kita lumpur," kata Askandar.

"Mohon kepada yang berpengalaman, coba kembangkan ini di kampung dan gali kreativitas mereka agar ekonomi kita meningkat. Seraplah ilmunya dan tanyailah apa-apa yang belum dipahami. Kami percayakan kepada bapak ibuk untuk mengembangkan ekowisata mangrove di Meranti. Selalu lah berkomunikasi ke Dislutkan dan Disparpora," tambahnya lagi.

Selain perwakilan dari desa yang potensi wisata mangrove nya mumpuni, terlihat hadir Sekretaris Disparpora Meranti, H Ismail Arsyad.***(grc-fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar