- Home
- Advertorial
- Siak Menuju Kabupaten Sehat dan Pintar yang Terintegrasi
Membuat Penghuni Merasa Nyaman
Siak Menuju Kabupaten Sehat dan Pintar yang Terintegrasi
Minggu, 13 November 2016 15:34 WIB
SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak akan segera menerapkan pembangunan kabupaten sehat dan pintar yang terintegrasi. Gagasan ini bertujuan untuk menjadikan Kabupaten Siak sebagai kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni.
Bupati Siak Syamsuar, mengatakan, semangatnya untuk menjadikan Siak sebagai kabupaten Sehat semakin bertambah setelah ia menghadiri konferensi di Kota Padang, Sumatera Barat, dalam kegiatan Healthy City Conference & expo 2016, awal bulan lalu.
Terobosan itu dianggap akan bermuara pada peningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang diawali dari keadaan lingkungan yang sehat.
"Intinya adalah mewujudkan lingkungan yang sehat, baik itu dari segi sosial, budaya, dan meningkatkan drajat kesehatan masyarakat kabupaten Siak," kata Syamsuar.
Ia menyampaikan, dasar pemikiran kota sehat adalah untuk mengatasi permasalahan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota itu sendiri yang berbasis kemajuan teknologi informasi. Sehingga berbagai persoalan yang ditimbulkan dari dinamika perkembangan perkotaan ini perlu langkah strategis melalui pendekatan pembangunan kota sehat.
"Kota Siak Sri Indrapura harus segera berbenah untuk kota sehat dan pintar. Bagaimana teknisnya, itu menjadi kerja kami nanti dalam mengimplementasikannya," kata dia.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Siak, Tony Chandra mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyiapkan teknis dan pengelolaan dalam mewujudkan kota sehat tersebut.
"Di Kabupaten Siak akan segera kita coba dengan gagasan bagaimana untuk menyiapkan pembangunan kota sehat dan kota pintar ini. Untuk itu kita tentu akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait," ungkap Toni.
Langkah berikutnya, kata dia, memulai dari tahap paling bawah, yakni di tingkat desa dengan menciptakan desa sehat. Keinginan untuk menjadikan desa sehat harusnya datang dari masyarakat, kemudian didukung oleh pemerintah dan pihak legislatif.
"Jadi untuk mewujudkannya harus ada sinergisitas semua pihak terkait," kata Tony.
Namun demikian, Tony menyebutkan beberapa indikator dan variable yang telah ditetapkan untuk mewujudkan kota sehat. Beberapa di antaranya telah dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Siak dalam beberapa program pemerintah.
"Banyak variabel yang sebenarnya sudah kita laksanakan, seperti pembersihan lingkungan, pembenahan puskesmas dan rumah sakit serta program kesehatan lainnya. Namun tidak terbentuk secara kelembagaan," kata dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, konferenesi Kota Sehat di Padang merupakan bagian dari rencana pembangunan kota sehat dan kota pintar yang terintegrasi. Sekaligus diharapkan dapat melahirkan gagasan tentang pembangunan kota sehat.
"Kegiatan kami ikuti menarik sekali. Sedikitnya diikuti oleh 300 peserta konferensi dan 24 stand pameran dari kabupaten/kota, kementrian, BUMN, perusahaan swasta termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Siak," ulas dia.
Sejarah singkat kota sehat di Indonesia sendiri telah dicanangkan oleh Mendagri tahun 1998. Ada 51 kabupaten/kota di Indonesia yang mengupayakan penyelenggaraan kota sehat itu.
"Namun, perwujudan sebagaimana kelembagaannya akan kita lakukan, dengan target Siak termasuk kota sehat dan pintar di Indonesia," tutup dia.
Langsung Bentuk Tim Pembina dan Rencanakan Bangun 5 Rumah Sakit
Bupati Siak Syamsuar serius menjadikan Siak sebagai kabupaten sehat. Pulang menghadiri konferensi kota sehat di Padang minggu lalu, Senin (7/11/2016) kemarin, Syamsuar langsung menggelar sosialisasi pembentukan tim pembina untuk kabupaten sehat itu.
Kegiatan Sosialisasi Pembentukan Tim Pembina Kabupaten Sehat dilaksanakan di ruang Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak. Hadir Wakil Bupati Siak Alfedri, Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Tengku Said Hamzah dan diikuti oleh sejumlah pimpinan SKPD.
"Ini terkait dengan pertemuan di Padang beberapa hari lalu. Kita sangat mendukung dan serius menjadi Siak sebagai kabupaten sehat. Sebab selama ini kan masih tingkat kota, bagaimana dengan kabupaten, saya kira kita bisa," kata Syamsuar.
Untuk membuat kabupaten sehat, kata dia, juga mengacu kepada indikator Indonesia sehat. Agar antara kota sehat dan kabupaten sehat selaras dengan tujuan pencapaian Indonesia sehat.
Menuju kabupaten sehat itu ia bakal membangun 5 rumah sakit (RS) tipe D di Kabupaten Siak tahun 2017 mendatang.
Pembangunan RS tipe D dilaksanakan di di Kecamatan Kandis, Perawang, Sungai Apit, Lubuk Dalam dan Kecamatan Kerinci Kanan.
"Ini sangat perlu kita laksanakan, sebab kita ingin rakyat sehat, dan akan menjadi rakyat yang berkualitas. Untuk itu kita harus merubah sistem pelayanan menjadi pelayanan yang baik dan ramah kepada masyarakat," kata Syamsuar penuh semangat.
Ia berharap, pembangunan 5 RS tersebut dapat terwujud. Menjelang itu, pihaknya segera menyosialisasikan rencana Kabupaten Sehat itu kepada masyarakat dan sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Siak.
Pihaknya juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar semuanya bisa terlaksana dengan sukses untuk Kabupaten Siak yang sehat.
"Menuju kabupaten sehat ini, kami berharap agar digerakan oleh masyarakat. Sebab, kami sebagai pemerintah hanya sebagai pendukung serta memfasilitasi. Kalau ini bisa terlaksana, maka masyarakat akan merasa nyaman hidup di Siak," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Siak Tony Chandra mengatakan, rencana Siak menjadi kabupaten sehat sangat relevan dengan peningkatan kualias hidup masyarakat Siak saat ini. Apalagi masyarakat semakin terdidik dan mengetahui hak-haknya sebagai warga negara.
Hanya saja, masyarakat mendukung atau tidak rencana ini. Sebab, Kabupaten Sehat adalah suatu lokasi di mana kabupaten berada dalam keadaan bersih, aman, nyaman dan sehat, yang dirasakan oleh penghuninya.
"Hal ini bisa terwujud atas integrasi beberapa pihak, yang dilaksanakan atas keinginan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah. Apakah nanti masyarakat ingin dan mau atau tidak. Jadi,perwujudannya mesti didukung oleh seluruh elemen masyarakat," kata dia.
Beberapa pihak sudah menyatakan mendukung untuk pelaksanaan program pendukung menuju Kabupaten Sehat. Seperti Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Siak Muharrom, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fauzi Asni, Asisten Perekonomian Pembangunan Syafrilenti, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin serta Kepala Kantor dan unsur Forkompinda Siak.
"Dukungan dari seluruh pihak menjadi modal dasar untuk mewujudkan keinginan menjadi kabupaten sehat," kata dia.
(Advertorial/Humas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Syamsuar Sampaikan Bahaya Berita Hoax Kepada Ribuan Masyarakat Siak
-
Pendidikan
Disdik Riau Berhasil Selesaikan Kisruh PPDB SMA di Siak
-
Traveler
Kabupaten Siak Bakal Punya Gedung Cagar Budaya
-
Sosial
Bupati Siak Curhat Soal Karlahut dan Berbagai Persoalan ke Wantasnas
-
Hukrim
Berikut Ini Deretan Kasus Korupsi Dilingkungan Pemkab Siak
-
Pendidikan
Masyarakat Tualang di Siak Berharap Anaknya Sekolah Negeri

