Jaga Rantai Pasok TBS,
Asian Agri Terapkan Mekanisme Verifikasi
Senin, 30 September 2013 20:41 WIB
PEKANBARU, RIAUHEADLINE.COM- Untuk menjaga sertifikasi RSPO, ISCC & ISPO yang sudah diraih, Asian Agri sangat mengedepankan prinsip Sustainability atau keberlanjutan, termasuk juga di dalam hal legalitas baik lahan maupun TBS. Hal ini diwujudkan juga di dalam proses penerimaan Tandan Buah Segar (TBS) dari pemasok TBS luar yakni petani swadaya maupun pihak ketiga.
Menurut Corporate Communications Asian Agri, Chlara Manzanares Saputra Senin (30/9/13),sejak 2011 setiap pemasok diharuskan menyampaikan surat penyataan yang memberikan jaminan akan legalitas TBS yang dipasok ke Asian Agri.
Selain itu, Asian Agri saat ini juga sedang mengembangkan sebuah sistem verifikasi lapangan untuk memverifikasi legalitas dari TBS yang dikirim oleh para pemasok tersebut serta menerapkan Standard Operating Prochedure (SOP) serta menempatkan Papan Pengumuman (Billboard) yang menegaskan bahwa Asian Agri tidak menerima TBS ilegal.
"Pada akhir 2012, Asian Agri telah memperketat penerimaan pasokan TBS dari luar dimana setiap pemasok diharuskan menyampaikan surat pernyataan yang melibatkan instansi pemerintah daerah terkait dan LSM terkemuka (seperti WWF) untuk membantu verifikasi legalitas pemasok dan legalitas daerah sumber TBS mereka," terang Chlara.
Menurutnya, selain surat pernyataan dari pemasok eksternal dan sign board yang menyatakan "hanya membeli TBS legal" di semua pabrik, Asian Agri juga saat ini sedang mengembangkan mekanisme verifikasi bagi pemasok TBS eksternal sebagai bagian dari perbaikan terus-menerus dalam memantau legalitas TBS dari pemasok eksternal. Hal ini untuk memastikan bahwa hanya TBS legal dan sah yang masuk ke dalam rantai pasokan Asian Agri.
Kelola 160 Ribu Ha
Asian Agri Group saat ini mengelola 160.000 ha dimana 60.000 ha milik perkebunan Plasma yang terdiri dari 29.000 keluarga petani di kedua provinsi Riau & Jambi.
Asian Agri telah berhasil mendapatkan sertifikasi RSPO, ISCC & ISPO. Selanjutnya, pada September 2013, Asian Agri telah berhasil mensertifikasi lebih dari 42.000 ha petani plasma untuk RSPO & ISCC.
Hal ini membuat Asian Agri dinominasikan sebagai perusahaan dengan plasma terbesar bersertifikasi RSPO & ISCC di Indonesia dan juga sebagai salah satu perusahaan dengan petani terbesar bersertifikat RSPO & ISCC di dunia.***(H-we)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Pergerakan Harga Minyak Sawit Dunia Mengalami Fluktuasi pada Awal Februari 2026
-
Lingkungan
Harimau Sumatera Masuk Permukiman Warga Mempura, Masyarakat Diminta Waspada
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Hukrim
Polisi Kehutanan Gakkum Riau Usut Jaringan Pembunuh Gajah Sumatera di Blok Ukui
-
Sosial
Penataan Pedagang Dumai di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kota Jadi Destinasi Kuliner

