BI Sebut Pertumbuhan Perbankan Syariah Riau Melambat
Senin, 30 Desember 2013 16:10 WIB
PEKANBARU - Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan perbankan syariah di Provinsi Riau tahun 2013 cenderung melambat yang tercermin dari melambatnya kinerja intermediasi dan kualitas pembiayaan.
Berdasarkan laporan BI Perwakilan Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin hingga triwulan III/2013 aset perbankan syariah mencapai Rp5,42 triliun dan memang naik 7,85 persen terhadap triwulan II (qtq) dan naik 27,9 persen dibandingkan triwulan III tahun lalu (yoy).
Peningkatan aset didorong oleh meningkatkan dana yang dihimpun menjadi Rp3,94 triliun atau tumbuh 7,17 persen (qtq) dan 22,93 persen (yoy).
Diantaranya berasal dari tahungan yang naik 7,93 persen (qtq) dan giro sebesar 11,64 persen, sehingga komponen tabungan mendominasi struktur dana perbankan syariah di Riau sebesar 55,41 persen.
Hanya saja, Kepala Kantor BI Perwakilan Riau Mahdi Muhammad mengatakan intermediasi perbankan syariah pada triwulan III mengalami penurunan yang tercermin dari menurunnya rasio FDR dari 88,7 persen menjadi 85,37 persen (qtq).
Begitu juga dengan kualitas pembiayaan yang cenderung memburuk yang tercermin dari peningkatan rasio NPF atau kredit bermasalah, yaitu dari 3,89 persen menjadi 4,38 persen.
"Rasio NPF perbankan syariah tercatat lebih tinggi dari rasio NPL secara umum, sehingga perlu mendapat perhatian perbankan syariah," ujarnya.
Padahal, ia mengatakan jumlah dana pembiayaan syariah meningkat jadi Rp3,36 triliun atau naik 3,14 persen (qtq) dan 22,28 persen (yoy).***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

