Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen
Senin, 09 Januari 2017 21:13 WIB
PEKANBARU - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Riau sepanjang 2017 hanya di kisaran 2,2 - 2,9 persen saja. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Riau, Ismet Inono, Senin (9/1/17).
Menurutnya, banyak indikator yang menjadi pertimbangan prediksi itu. Salah satunya adalah kenaikan harga barang kebutuhan, kenaikan tarief listrik, kenaikan BBM, kenaikan tarief pajak motor serta masih belum selesainya RTRWP Riau.
"Beberapa komponen ekonomi membuat Riau khususnya terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.
Menurutnya, yang membantu pertumbuhan ekonomi Riau adalah naiknya harga minyak bumi dan minyak sawit (CPO). Eksport juga menjadi sektor yang membantu pertumbuhan perekonomian di Riau kendati kecil.
"Yang perlu dilakukan adalah pemerintah membuat aturan mengenai eksport. Dimana eksportir hanya mengeksport barang jadi," kata dia menambahkan.
"Hal itu mendorong industri dalam negeri mengolah barang mentah menjadi barang jadi yang memiliki nilai ekonomis. Hal itu akan menggeliatkan perekonomian dalam negeri termasuk Riau," urainya.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Bank Indonesia Ajak Awasi Roadmap Capacity Building TPID Demi Ekonomi Riau
-
Ekbis
Juni 2017, Pekanbaru-Dumai dan Tembilahan Alami Inflasi 0,27 Persen
-
Ekbis
Walikota Dumai Hadiri Peluncuran Program KLIK BKPM RI di Bali
-
Ekbis
Bank Indonesia Terapkan Peraturan KUPVA BB Atasi Money Laundering
-
Ekbis
Peningkatan Investasi Riau Tergantung Jaminan Pasokan Listrik
-
Ekbis
Bank Indonesia Prediksi Pertumbuhan Riau 2017 Hanya 2,9 Persen

